Kalau Korupsi Itu Olahraga, Indonesia Pasti Juara Dunia
Kalau dunia bikin event olahraga baru bernama World Corruption Games, Indonesia nggak perlu repot-repot kirim atlet dari daerah. Kita tinggal tunjuk siapa yang lagi viral minggu ini, langsung siap tanding.
Seragamnya udah ada.
Atributnya lengkap.
Strateginya matang.
Dan yang paling penting: mental tandingnya luar biasa tebal.
Kalau ini olahraga, kita bukan cuma peserta. Kita langganan podium.
🏟️ Cabang Olahraga Favorit: Korupsi Multievent
Korupsi di Indonesia itu bukan satu cabang. Ini multievent, kayak Asian Games.
Beberapa cabang unggulan:
- Angkat Koper Cepat (AKC) – siapa paling jago mindahin duit sebelum OTT
- Lari dari Tanggung Jawab Estafet – dari pejabat ke staf, dari staf ke sopir
- Lempar Pasal Presisi – pasal berat dilempar keluar, sisa yang ringan
- Renang di Air Keruh Artistik – makin keruh, makin jago gayanya
Wasitnya?
Ada.
Tapi kadang pura-pura nggak lihat.
🏋️‍♀️ Proses Pembinaan Atlet yang Konsisten
Atlet korupsi kita nggak instan. Mereka dibina dari muda.
Awalnya cuma:
“Ini uang capek.”
“Ini titipan.”
“Ini nggak ada hubungannya sama proyek kok.”
Naik level:
“Saya tidak menikmati.”
“Saya hanya menjalankan perintah.”
Sampai akhirnya masuk kelas elite:
“Ini kriminalisasi.”
“Saya difitnah.”
“Saya dizalimi.”
Mental baja, muka tebal, dan skill ngeles level dewa.
🎙️ Komentator Selalu Bilang: “Kita Ikuti Proses Hukum”
Setiap pertandingan besar, komentator resmi langsung muncul:
“Kita hormati proses hukum.”
“Asas praduga tak bersalah.”
“Jangan menghakimi.”
Padahal penontonnya udah hafal alurnya:
- Ketangkep
- Konferensi pers
- Minta maaf sambil nunduk
- Masuk sel (sebentar)
- Vonis
- Lupa
Repeat.
đź‘• Seragam Legendaris: Rompi Oranye
Rompi oranye itu udah kayak jersey tim nasional.
Begitu dipakai, ekspresinya hampir selalu sama:
- Senyum tipis
- Kepala agak nunduk
- Tangan dilipat
Netizen langsung update klasemen:
“Oh, ini yang baru.”
🤡 Drama Pengadilan: Panggung Seni Peran
Sidang korupsi kadang terasa kayak teater absurd.
Adegan wajib:
- Tersangka lupa semua
- Saksi “kurang ingat”
- Uang tiba-tiba “tidak diketahui asalnya”
- Hakim serius
- Publik geleng-geleng
Plot twist?
Kadang ada.
Tapi ending-nya sering flat.
🧍‍♂️ Penonton Paling Setia: Rakyat
Yang paling rajin nonton? Kita.
Masalahnya, lama-lama penonton capek:
- Marah nggak ngaruh
- Protes cepat tenggelam
- Trending hari ini, lupa besok
Bukan karena kita nggak peduli, tapi karena lelah mental.
Korupsi udah kayak iklan:
Muncul terus sampai kita kebal.
đź§ Satir Itu Bukan Bercanda Kosong
Humor dan satir itu bukan buat nertawain penderitaan.
Satir muncul karena kenyataan terlalu absurd buat ditanggapi serius terus-terusan.
Kalau semuanya ditangisi, kita stres.
Kalau ditertawakan, setidaknya kita masih sadar:
“Ini nggak normal.”
🔄 Regenerasi Atlet Jalan Terus
Yang bikin miris, atlet korupsi nggak pernah habis.
Satu tumbang, yang lain naik.
Satu ditangkap, tiga antre.
Sistem regenerasinya rapi:
- Ada mentor
- Ada jaringan
- Ada backing
Sementara atlet jujur?
Sering kalah sebelum tanding.
🚨 Bahaya Paling Besar: Normalisasi
Korupsi paling berbahaya bukan saat terjadi, tapi saat dianggap biasa.
Ketika kita bilang:
“Yah, namanya juga pejabat.”
Di situlah mereka menang.
🏆 Juara Dunia yang Salah Arah
Kalau korupsi itu olahraga, mungkin kita juara dunia.
Tapi itu juara yang memalukan.
Karena juara sejati itu harusnya:
- Pendidikan yang adil
- Hukum yang tegas
- Pemimpin yang bersih
- Sistem yang waras
Bukan jumlah koper yang berhasil diselamatkan.
✊ Penutup: Saatnya Ganti Cabang Andalan
Indonesia nggak kekurangan orang pintar.
Yang kurang cuma kejujuran yang dilindungi sistem.
Kalau melawan korupsi jadi budaya,
kalau jujur nggak dianggap bodoh,
kalau hukum nggak tajam ke bawah doang…
Mungkin kita nggak perlu juara dunia korupsi lagi.
Kita bisa juara masa depan.
Dan itu medali yang beneran layak dibanggakan.
Penulis : Slot delta88