Halaman UtamaKorupsi dan MoralKorupsi dan PendidikanKorupsi dan SDMInfo KorupsiSaran KitaForum KorupsiPendidikan Network

Disini Anda dapat bersuara mengenai hal-hal Korupsi,   berkomunikasi dengan teman-teman dan kolega di Indonesia yang Anti-Korupsi,   menulis Aspirasi Anda terhadap Masa Depan Bangsa,   &    dapat memasang Berita mengenai Kegiatan Anti-Korupsi.
Suara Yang Peduli Bangsa Indonesia
Musuh Kita di Dalam Negeri
Korupsi dan Pendidikan
Halaman 1, 2
Saran Anda
(Saran Anda dapat dipasang di sini)

Name: al busthamy
Saya: Mahasiswa dari UNJ
E-Mail: abhuzacky@yahoo.com
Type of Input: Pendidkan

Comments:
saya adalah bagian kecil dari mahasiswa yang kesulitan biaya tapi saya amat terhina dan tidak bersih hati membaca tulisan di situs ini dimana di tulis kenapa masyarakat yang mengenyam pendidikan dan kurang mampu anda katakan sebagai peminta-minta sekali lagi saya tegaskan anda harus meralat dan meminta maaf atas tulisan itu sebab anda yang berintelktualitas tinggi seharusnya tidak akan pernah pantas berkata seperti itu.

saya adalah salah satu penerima beasiswa dan saya bukan peminta-minta saya hanya ingin kuliah dan kemampuan akademik saya cukup maka tidak ada alasan bagi pemerintah mengganjal keinginan saya untuk memberikan sesuatu bagi negara ini. dan bukankah sudah ada pada UUD 1945 bahwa hak pendidikan di jamin negara.

Terima kasih atas saran anda
Memang anda "hanya ingin kuliah dan kemampuan akademik". Anda beruntung sekali karena anda mendapat beasiswa. Bagaimana dengan yang jutaan siswa/i, mahasiswa/i yang tidak terima beasiswa?
Masalahnya begini. Negara ini kaya sumber alam dan potensial SDMnya tinggi sekali, tetapi kalau semua masyarakat yang sulit ekonomi "hanya ingin kuliah dan kemampuan akademik" sendiri dan tidak berjuang untuk memberantaskan korupsi dan membenahi manajemen negara hanya sedikit masyarakat (seperti sekarang kira-kira 2%) akan dapat pendidikan perguruan tinggi.

RE: "bukankah sudah ada pada UUD 1945 bahwa hak pendidikan di jamin negara" Betul, jadi, mengapa keadaanya begini? Saya menerima ratusan pemintaan beasiswa setiap minggu, padahal saya hanya masyarakat biasa. Kapan anda, pelajar Indonesia, mau memaksakan pemerintah memberikan kesempatan supaya semua siswa di Indonesia dapat pendidikan sepuasnya. Apakah anda merasa anggaran 5% cukup dari APBN untuk pendidikan, walapun korupsi memakan lebih dari 30% APBN?
Kasihan sama yang lain yang tidak beruntung seperti anda.

Saya sendiri sangat menganjurkan siswa/i berusaha untuk mencari beasiswa dan saya menyediakan informasi di: http://EnterUniversity.Com/scholari.html tetapi kenyataan, hanya sebagian kecil yang akan menerima beasiswa dan lebih baik kita bersama berjuang untuk membenarkan keadaan negara kita untuk generasi-generasi sekarang, apalagi yang akan datang daripada keadaan ini diulangkan.

Berusahalah! Jangan meminta-minta saja, anda berhak untuk pendidikan yang bermutu yang dijamin oleh pemerintah
.

Salam Hormat dan Selamat Berjuang!
Phillip R., Webmaster

Date: 17 desember 2004


Nama: dani hendra
Dari: bandung
Saya: Mahasiswa upi
Saran: saya tidak mengerti dengan bangsa ini, ceritanya mo mencerdaskan kehidupan bangsa, eh...kenyataannya malah melepaskan tanggung jawab (sedikit tanggung jawab). lenin saja tokoh komunis berkata bahwa negara harus menghemat anggaran negara kecuali dalam hal atau bidang'pendidikan'. bangsa Indonesia tercinta ini bangsa yang kaya akan segala-galanya, dan akan mampu meningkatkan mutu pendidikan masyarakatnya, masa kita kalah ama negara vietnam yang merdekanya saja duluan kita.

mari kita semua berdoa semoga pemerintahan yang baru terbentuk ini dapatdiberikan jalan yang terang oleh 4JJI swt, dan diberikan kesadaran bahwa pendidikan itu merupakan barang yang penting dan sangat berharga demi kelangsungan hidup bangsa Indonesia yang lebih cerah lagi. amin.....
E-mail Pengirim: dani_valentinik@plasa.com

Saran Webmaster
Berdoa itu baik, tetapi Indonesia adalah negara yang termasuk paling sering berdoa di dunia, karena negara ini yang mayoritas Islam, yang berdoa paling sedikit 5 kali sehari, yang paling besar di dunia, berarti rakyat Indonesia termasuk yang paling sering berdoa di dunia. Mengapa negara ini termasuk yang paling korupt dan membagi anggaran buat pendidikan yang sangat rendah? Mengapa dapat jadi begini?

Dengan sesuatu yang di luar jangkauan kita (misalnya cuaca), kita hanya dapat berdoa saja.

Dengan hal seperti korupsi dan pendidikan, dua-duanya ada di tangan kita dan kalau kita sendiri tidak berusaha, yang jahat (yang juga berdoa) akan menang. Siapa yang mau membantu orang atau negara yang tidak mau membantu diri sendiri?
Apakah, Tuhan mau?


Kita sendiri (rakyat Indonesia) yang bertanggungjawab untuk korupsi dan pendidikan rendah dan mahal di negara ini karena kita diam (dalam berusaha).

Pemerintah adalah karyawan kita. Kalau karyawan kita mencuri dan kita diam saja, apa lagi senyum saja (tidak protes) - mereka (pemerintah) akan mencuri terus (senyum kita berarti kita setuju).

Rakyat Indonesia pilih saja:

  • Mau diam dan tidak berusaha untuk merubah keadaan, atau

  • Mau bersuara dan berusaha untuk memperbaiki keadaan di negara kita termasuk pendidikan.
Masa depan bangsa (dan cucu bangsa) ada di tangan kita (Rakyat Indonesia - Pemilik Indonesia)!!!
Bukan yang berkuasa sementara!!!

Kalau karyawan kita mencuri - di hukum dan diganti dengan yang mau bertanggungjawab! Yang tidak berhasil diganti secepat mungkin!


Salam Hormat dan Selamat Berjuang!
Phillip R., Webmaster

Tanggal: 22 desember 2004


Name: JaimunbinMansur
Saya: Pegawai Negeri dari Nederland
E-Mail: judisetiwan@lycos.nl
Type of Input: Pendidkan

Comments:
Sangat baik sekali ada tulisan mengenai anti korupsi mudah2an tidak hanya un tuk bahan bacaan saja tapi juga un tuk bisa direnungkan dan dipraktekkan dari hal2 yg bermanfaat bagi pendidikan generatie selanjutnya.
Date: 29/12/004


Name: Lantut Simanjutak
Saya: Dosen dari Medan-SUMUT
E-Mail: perberitahuankkn@yahoo.com
Type of Input: Pendidkan

Comments:
Bapak-Bapak pejabat Indonesia, bahwasannya penerimaan PNS di lingkungan Polmed, Unimed dan USU dan Kopertis terlihat KKN, karena tidak transparansi, hal ini yang ikut ujian PNS bertanya, apakah pemerintahan SBY dan JK tidak akan memberntas KKN?. Masakan didunia pendidikan terlihat KKN yang sangat mencolok tolong informasikan dan kalau begini pemerintahan Kabinet bersatuan tidak akan lama juga.

Jangan hanya pandang sebelah mata tapi pandanglah dua belah mata, yang bagaimana semestinya pemeberantas kkn terutama di dunia pendidikan ?.
Date: 08-1-2005


Name: soni
Saya: Mahasiswa dari STHB
E-Mail: joed_vivre@yahoo.com
Type of Input: Pendidkan

Comments:
korupsi memamglah suatu hal yang cukup, bahkan sangat krusial, jika boleh saya katakan seperti itu...namun satu hal yang perlu dicermati oleh semua pihak, terutama yang berkaitan dengan pendidikan...kita jadi seperti ini karena pendidikan, anda bisa menjadi seorang dokter, seorang sarjana, seorang insinyur, seorang profesor, seorang hakim ataupun pengacara, itu semua karena satu hal, yaitu pendidikan. namun bagaimana dengan kita yang mejadi seorang preman, pemabuk, pemakai, bahkan koruptor, apakah itu juga termasuk karena pendidikan? sudah barang tentu orang-orang pendidikan mengelaknya dengan tegas. lalu mengapa mereka menjadi seperti itu? apa karena mereka tidak pernah sekolah? banyak dari mereka yang mengenyam pendidikan, bahkan ada yang sampai tingkat SMA atau bahkan perguruan tinggi. kalau tetap bukan karena pendidikan, "karena pendidikan itu hanya mengajarkan yang baik-baiknya saja", lantas mereka ini dikarenakan oleh apa? karena mereka sendiri? silahkan anda renungkan...

saya pernah megalami satu hal yang sangat lucu...saat itu saya masih duduk di banku SMP, kebetulan saat itu terjadi gerakan roformasi terhadap rezim Soeharto. saat itu yang menggantikan posisi Soeharto adalah BJ.H. babbibie. guru saya mengatakan seperti ini "pak habbibie itu dulunya pernah sekolah disini alias alumni sini ". sampai hal itu muncul di media-media. yang jadi pertanyaan, bagaimana apabila seorang BJ.H. Bibbie adalah seorang koruptor besar, bukan sebagai presiden, apakah mereka yang pernah atau merasa memberikan jasa akan mengakuinya? silahkan anda jawab sendiri

saya bukanlah seorang murid yang berbakti yang baik yang rajin. yang pintar. saya hanyalah sorang murid yang nakal dan bandel...namun saya tidak pernah berniat menyalahkan pendidikan. hanya saja, saya pernah membaca sebuah buku yang berjdul "tindak pidana di dalam bidang pendidikan" di dalam buku itu saya menemukan beberapa kalimat seperti ini "seorang guru/pendidik haruslah menguasai dua hal, yaitu cara mendidik dan cara mengajar". namun banyak yang sya lihat, seorang guru memberikan materi sambil membaca buku, bahkan ada juga buku yang ia baca sama dengan buku yang dipegang oleh siswa. yang saya ketahui adalah seorang guru itu sudah barang tentu menguasai materi, minimal yang akan ia ajarkan. ada juga seorang guru yang merasa cukup puas apabila dia telah berhasil menghukum seorang anak, namun sayangnya anak itu tidak jera. pernah saya bertanya kepada seorang teman "ko, kamu ikutan les, tumben" lalu ia jawab "biar dapet nilai tambah dari pak guru, karna semua yang les pasti dikasih nilai minimal 7 di rapot". kalau boleh saya berandai-andai, seandainya murid adalah sebuah batu yang kasar dan seoarng guru ingin membuatnya menjadi halus, lantas dengan apakah guru tersebut membentuknya? dengan airkah, seperti halnya batu di sungai yang terasa halus bila dibelai, atau dengan tatah baja yang dapat menimbulkan percikan api atau bahkan batu itu malah terbelah dan hancur berkeping?. sebetulnya masih banyak yang ingin saya sampaikan, namun saya tidak ingin terlalu jauh menyimpang dari topik. satu hal yang perlu anda pikirkan " silahkan anda nilai sendiri mengenai kualitas pendidikan di Indonesia, sehingga banyak brmunculan koruptor-koruptor". bagaimanapun juga, pendidikan adalah sesuatu hal yang sangat penting bagi pembentukan arah kita semua. baik buruknya, itu tergantung dari pendidikan yang kita terima.

saya ucapkan terima kasih kepada mereka yang telah menjadikan saya seorang manusia yang berguna.
Date: 10 Januari 2005


Name: al busthamy
Saya: Mahasiswa dari unj
E-Mail: abhuzacky@hotmail.com
Type of Input: Pendidkan

Comments:
terima kasih telah menyediakan wadah komunikasi tentang korupsi saya terbantu dalam menyelesaikan makalah tentang korupsi di negeri ini, semoga web ini tetap eksis dan konsisten dalam menginformasikan berita terbaru dalam bentuk yang rinci namun dengna mudah dapat saya pahami. terima kasih atas jawaban anda di pertanyaan saya sebelumnya.
Date: 10 jan 2005


Name: susanto
Saya: Dosen dari PTS Bandung
E-Mail: santo_s@telkom.net

Comments:
Bagiamana tidak mahal, segalanya harus pake "duit" ijin PS, Akreditas, Praktikum, Ujian, Sidang, sampai Wisuda aja semua pake duit, dan Peraturan Pemerintah yang mem BHMN-kan PTN, menjadikan biaya Pendidikan semakin mahal, ada sebagian pendapat lebih baik uangnya dipake nyogok untuk dapat kerjaan baik di pemerintah maupun swasta
Date: 11-1-2005


Name: jeni
E-Mail: geny021
Type of Input: Pendidikan

Comments:
RE: Korupsi.org: "Yang pertama, kami ingin mendukung Pemerintah Indonesia dan Policy Anti-Korupsinya."

Posisi pemerintah sangat kuat sekali karena mempunyai kekuasaan, pengaruh dan kemampuan tidak terbatas untuk menghentikan korupsi, kalau mau...., kok saya lebih cenderung masyrakatnya yang harus didukung untuk mengawasi kerja pemerintah yang suka korup, artinya pemerintah adalah orang pertama yang harus mengamankan uang negara/rakyat.

Korupsi.Org idea yang bagus untuk pendidikan memintarkan/memberanikan masyarakat ikut serta aktif dalam bersama sama memberantas korupsi. bravo ...
salam.
g.s

Terima kasih G.S.
Memang sampai saat ini kami "mendukung" omongan dari pemerintah, pelaksanaannya belum begitu kelihatan. Memberantaskan korupsi sangat tergantung PSM (Peran Serta Masyarakat). Negara ini dimiliki masyarakat! Uang yang dicuri dimiliki masyarakat (kita), dan kalau masyarakat tidak peduli, mengapa koruptor harus peduli? Apa motivasinya untuk koruptor yang dapat menerima Rp.500.000.000 untuk tanda tangan saja (biar sangat merugikan masyarakat), mau jujur dan menerima gajinya saja.

Kita hanya akan berhasil kalau "Rakyat Indonesia Bersuara dan Berusaha" untuk memberantas korupsi (yang sangat merugikan anak bangsa), dan membenarkan/mengganti SDM di bidang hukum (yang sangat memalukan bangsa kita semua).
Bersama kita dapat berhasil! Ayo ....!

Salam Hormat dan Selamat Berjuang!
Phillip R., Webmaster

Date: 14/1/2004


Name: Dimas
Saya: Wartawan dari Radio 68h
E-Mail: dim_ares@yahoo.com
Type of Input: Pendidikan

Comments:
dalam suatu perjalanan, saya menyempatkan mampir di sebuah warung tenda sate padang untuk sekedar makan malam.
warung sederhana itu ditunggui oleh seorang anak laki-laki yang belakangan baru saya tahu usianya 16 tahun, 'baru 3 minggu di jakarta, saya asli minang', katanya.
setelah makan sate hidangannya, kami pun terlibat percakapan. dalam satu kesempatan saya katakan 'orang minang terkenal gigih' lalu saya lanjutkan dengan cerita soal bung hatta yang dia juga hapal betul siapa hatta.
obrolan berlanjut sampai akhirnya saya tanya apakah dia tahu orang ini, sembari saya tunjukkan foto haji agus salim yang terpampang di sampul buku profilnya.
lamat-lamat dia mengamati buku yang saya sodorkan. 'tidak tahu' jawabnya. belum kehabisan akal, saya berikan buku itu ke dia agar dia bisa membaca sedikit pengantarnya. 'ooh, haji agus salim' katanya datar. Badrun memang bisa membaca nama tokoh yang tertera di buku itu, tapi anak itu kembali mengaku tidak mengetahui siapa orang yang dia sebut haji agus salim tadi.
saya penasaran, bagaimana dia sampai tidak bisa mengenali pahlawannya, lebih-lebih Agus Salim berasal dari minang, yang juga tanah kelahiran si badrun.
setelah ditelisik, terkuak seidkit bahwa ternyata badrun hanya seorang lulusan SD. tidak lama mengenyam pendidikan formal, karena bapaknya hanya seorang petani di kampung.
Selebihnya, Badrun tidak pernah mempersoalkan mengapa dia tidak bisa melanjutkan sekolah. 'saya bukan orang mampu', katanya menyalahkan dirinya sendiri.
-----------------------------
Badrun. 16 tahun dia tinggal, hidup dan besar di indoesia, tapi salah siapa kalau sampai dia tidak tahu haknya untuk bersekolah sesungguhnya telah di jamin oleh konstitusi?
-dim-
Date: 18 januari 2004


Name: maher fmn universitas lampung
Saya: Mahasiswa dari lampung
E-Mail:
Type of Input: Pendidkan

Comments:
pendidikan adalah pondasi demokrasi. jika pengambil kebijakan tidak melegitimasi apa yang seharusnya masyarakat dapatkan yaitu pendidikan yang menjadi modal utama pembangunan khususnya melawan pengaruh kapitalis asing maka otomatis masyarakat tidak bisa membuat pasar ekonomi sendiri baik didalam maupun diluar negeri. karena itu pemerintah yang tidak memberikan pendidikan yang jauh lebih baik daripada negara lain adalah pemerintahan yang membohongi rakyat sendiri. karena pendidikan adalah saran akut untuk membangun mentalitas bangsa menuju pembaharuan.

Terima kasih, tetapi saya bingung, mohon menjelaskan maksudnya "melawan pengaruh kapitalis asing". Sering "kapitalis" dan "kapitalisme" di sebut sebagai masalah tetapi di sistem kapitalis, pemerintah biasanya sangat menghargai pendidikan dan perkembangan negara.
Apa maksudnya, masalah di Indonesia adalah "korupsi" dan "rakus yang tanpa batas", bukan kapitalisme?
Mohon maksudnya apa?
Salam Hormat dan Selamat Berjuang
Webmaster

Date: 24 january


Name: Lucky A L
Saya: Masyarakat dari Jakarta
E-Mail: botskee@yahoo.com
Type of Input: Pendidkan

Comments:
Ini respon dari webmaster pada post terdahulu:
Terima kasih, tetapi saya bingung, mohon menjelaskan maksudnya "melawan pengaruh kapitalis asing". Sering "kapitalis" dan "kapitalisme" di sebut sebagai masalah tetapi di sistem kapitalis, pemerintah biasanya sangat menghargai pendidikan dan perkembangan negara.

Apa maksudnya, masalah di Indonesia adalah "korupsi" dan "rakus yang tanpa batas", bukan kapitalisme?
Mohon maksudnya apa?
Salam Hormat dan Selamat Berjuang
================
saya permisi urun rembug. saya ini orang yang penasaran, kok rekan di pendidikan.net/korupsi.org (webmaster) terkesan menjauhi pendekatan yang melihat permasalahan pendidikan indonesia ini sebagai masalah sistemik?

di sisi lain, anda menyatakan bahwa

1. ada masalah political will (bahwa pendidikan tidak dianggap penting oleh pemerintah);

2. kemudian masalah tersebut mewujud dalam bentuk rendahnya anggaran pendidikan;

3. anda juga mengaddress masalah penegakan hukum sebagai titik penting permasalahan pendidikan;

4. masalah moral dan etos hidup bangsa indonesia yang kerdil juga disorot;

menurut pendapat saya, keempat masalah itu semuanya terjadi secara sistemik.

1. political will pemerintah dipengaruhi oleh tarik-menarik kubu politik yang menopang negara. dalam pandangan saya sekarang ini penopangnya ya masih badan asing yang memberi hutang dan konglomerasi yang berkembang biak sejak jaman orde baru. so wajar jika political will pemerintah tidak condong ke kepentingan rakyat indonesia.
Saran Webmaster
Maaf, saya kira pemerintah tidak wajar kalau kita befikir secara logic karena mereka sendiri mengaku bahwa korupsi, yang ketahuan saja 30%, tidak diatasi, tetapi pendidikan yang paling penting terhadap masa depan negara dibiarkan (5%). Utang-utang negara itu dari mana? Ke mana uangnya? Mengapa pengurus negara dapat hidup di dalam kekayaan luar biasa tetapi rayat susah mencari makan. Sistem atau orang-orangnya?


2. beberapa rekan yang lain sudah menyebutkan bahwa anggaran pendidikan indonesia relatif rendah. dan indonesia ini dibebani kewajiban bayar hutang. bagaimana mungkin kita bisa bilang hal tersebut tidak sistemik? kan hutang ini asalnya dari kolaborasi kepentingan penguasaan sumber daya indonesia oleh negara maju + kebutuhan negara militeristik orde baru untuk mempertahankan stabilitas ekonominya.
Saran Webmaster
Memang "anggaran pendidikan Indonesia relatif rendah" dan ini sebagai masalah karena pendidikan bukan prioritas dari pemerintah, mengapa begitu? Sistem tidak membuat prioritas yaitu dari orang. Kalau mau sebut utang lagi, saya mau tanya lagi, ke mana uang utang itu? Siapa yang mendapat "benifit" (untungan) dari uang itu, rakyat atau orang tertentu? Apakah, anda betul percaya bahwa uang (utang) itu digunakan untuk hal penting negara atau kepentingan pribadi? Sistem atau orang-orangnya?


3. jika anda mengaddress penegakan hukum sebagai masalah penting dalam peningkatan kualitas pendidikan, dan memahami bahwa penegakan hukum di Indonesia ini masih lembek. Artinya kita berbagi pendapat yang sama, bahwa masalah pendidikan ini bersifat sistemik, karena hukum adalah produk dari kolaborasi antar kepentingan politik di parlemen. dan kepentingan politik di parlemen mencerminkan kepentingan ekonomi di Indonesia. Saya berasumsi, bahwa saya dan anda juga berbagi pemahaman yang sama, bahwa parlemen Indonesia tidak mempu merepresentasikan kepentingan rakyat Indonesia dalam bentuk produk hukum (seperti UU dan APBN);
Saran Webmaster
Kalau sistem hukum ini (sekarang) dilaksanakan oleh orang-orang yang jujur dan adil, kita tidak akan mempunyai masalah lagi. Di mana di dalam "sistem hukum" dicatat bahwa orang kaya boleh dibebaskan, walaupun pencuri ayam harus dihukum. Maaf, saya belum membaca itu. Hukum sendiri harus dibebaskan dari politik. Sistem atau orang-orangnya?


4. kemudian tidak luput anda juga menunjuk masalah etos hidup bermalas-malasan dan suka mencuri (korupsi) sebagai biang kerok masalah pendidikan. well, buat saya itu bukan mentalnya orang indonesia, tapi itu mental birokrat. Buat saya ini bukan cuma masalah individual, tapi juga masalah sistemik yang terjadi sejak jaman kolonial dulu. Sejak jaman Belanda, macan2 nusantara seperti Diponegoro, Patimura, sampai Suryopranoto, Ki Hadjar Dewantara, Soekarno, Hatta, Malaka, dll. itu kan diburu terus. Dan jutaan orang Indonesia ini hidup dalam nuansa penghambaan. Yang terakhir lihat saja kasus SCTV yang harus mecat reporternya karena berita kurang enak buat TNI soal aceh, kalau di sekolah, mahasiswa2 radikal di DO.
Saran Webmaster
Naaaaa, dengan ini saya sangat setuju. Saya memang sayang sekali dengan rakyat Indonesia, mengapa? Di dalam keadaan yang sangat buruk mereka masih dapat senyum dan mencari sesuatu yang lucu, hebat menurut saya. Selain ini saya tahu bahwa salah satu ciri-ciri rakyat Indonesia adalah mereka ingin jujur dan ingin memajukan negara ini, dan aspirasinya banyak. Waktu saya bekerja bersama pegawai negeri jelas kebanyakan pegawai ingin melaksanakan tugas yang baik secara jujur. Tetapi mereka terikat, bukan dari sistemnya, tetapi dari lingkungan setan (orang-orang). Sebetulnya saya yakin ada korupsi dari Zaman Batu, tetapi ini bukan halnya. Yang kita melaksanakan dan terima sekarang, yaitu yang penting. Sudah waktunya untuk STOP KORUPSI.


How can we say it is not systematic? Kita ini bapak anak hidup dalam tekanan konstan untuk menjadi orang yang buta politik.
Saran Webmaster
Kalau kita mengganti orangnya dengan orang-orang yang jujur dan peduli negaranya daripada kepentingan pribadi kita pasti dapat maju cepat dan keluar dari keadaan sulit sekarang. Apa lagi kalau mereka mempunyai visi untuk negara ini seperti membangunkan industri dan mutu pendidikan daripada Hotel istimewa, Mal-Mal dan pertokoan untuk berdagang saja, kemajuannya lebih cepat lagi.


-------------

saya coba jawab pertanyaan webmaster yang paling atas:
Saran Webmaster
Sebelumnya saya ingin menyampaikan definisi Kapitalisme dari "Kamus Besar Bahasa Indonesia" edisi ketiga Departemen Pendidikan Nasional
"Ka.pi.tal.is.me n sistem dan paham ekonomi (perekonomian) yg modalnya (penanaman modalnya, kegiatan industrinya) bersumber pd modal pribadi atau modal perusahan swasta dng ciri persaingan dl pasaran bebas"

Di mana masalahnya?


1. saya setuju kalau masalah pendidikan di Indonesia adalah masalah kapitalisme yang merasuk ke sendi-sendi pendidikan;
Saran Webmaster
Pak, saya sudah membaca statemen-statemen anda yang berikut dan yang lain aggak sama dengan ini, jadi tidak terjawab secara masing-masing.
Saya tidak membela kapitalisme, saya hanya ingin kita membuka mata dan melihat "masalah yang benar" dan itu bukan kapitalisme. Sistem yang mana saja akan gagal dengan SDM yang kita menggunakan sebagai pelaksana sekarang. "The System" sistemnya selalu dikambing hitamkan sebagai alasan utama. "Bukan saya yang salah, sistemnya!" Tidak ada yang bertanggunjawab. Saya hanya ingin kita memperbaiki keadaannya. Masalah perekonomian negara (kaya) ini adalah perencanaan pemerintah terhadap perkembangan negara sangat rendah dan penyelewangan anggaran negara sangat tinggi jadi kesejahteraan rakyat adalah sangat buruk sampai pendidikan sebagai hal yang mahal. Menurut saya, ini terjadi karena visi dan pelaksanaan untuk membangunkan industri pertanian dan industri lain sangat tidak diprioritas. Masalah pendidikan adalah banyak sekali, enak kalau kita dapat bilang alasannya "kapitalisme". Masalah-masalah termasuk implementasi kurikulum, kesejahteraan guru dan dosen yang tidak cukup sampai mereka harus mencari makan di luar dan tidak fokus kepada tugasnya. Negara ini sangat perlu rakyat yang inovatif dan kreatif untuk menghadapi masa yang akan datang tetapi pendidikannya tidak membangunkan kreativitas, individulisme, dan kritis pelajar secara terbuka. Yang sering membuat saya sangat sedih adalah kemampuan negara ini adalah sangat tinggi, tetapi visi manajemen negara adalah sangat terbatas. Orang-orang lagi! Bukan Sistemnya!

Semoga pemerintah baru (SBY) akan mengganti banyak SDM dan membuat paradigma baru yang sangat peduli rakyat, pendidikan, dan masa depan negara. Kita melihat dan memonitor dulu, ya!


makasih rekan webmaster.

semoga bisa kita bisa tukar pendapat di lain waktu. salam untuk rekan2 pemerhati pendidikan yang lain.

Wow! Terima kasih banyak Pak Lucky A L
Saya sangat menghargai kepedulian dan partisipasi seperti ini dari langganan Pendidikan Network.
Salam Hormat dan Selamat Berjuang!
Webmaster

Date: 14/02/2005


Name: parulian
Saya: Mahasiswa dari sth bandung
E-Mail: fkmbian
Type of Input: Informasi

Comments:
pendidikan adalah hal nomor satu untuk memajukan suatu bangsa. tingkat pendidikan yang rendah akan menimbulkan masalah besar bagi suatu bangsa dalam menjawab persoalan-persoalan hidup dan kemajuan manusia, seperti tujuan mencapai kebahagian. kenaikan BBM yang bukan kali pertama terjadi setelah era pasca suharto, tidak pernah dijelaskan secara mantap kepada seluruh elemen masyarakat secara baik. Kemudian pemerintah tidak pernah transparan tentang biaya pendapatan dan pengeluaran negara yang didapatkan baik dari masyarakat maupun dari biaya pinjaman. ini merupakan titik permasalahan mengenai tranparansi dan juga tim pemantau. lagi-lagi bahwa sikap dari para pemimpin yang menjadi titik awal dari suatu perubahan.
Date: 01-03-2005


Name: Nur A
Saya: Masyarakat dari Jepara
E-Mail: bajul_cengex@Yahoo.com
Type of Input: Pendidkan

Comments:
kedaan pemerintahan yang seperti ini memang sangat berpengaruh pada pendidikan kita, kita bisa melihat mereka yang hanya memikirkan perutnya sendiri apa lagi mereka tidak bisa bersikap obyektif, mereka berpikir hanya dengan kepicikan tanpa nurani mereka. inikah cara mereka mendidik rakyat mereka? bagaimana mereka akan memikirkan pindidikan rakyatnya sedangkan mereka sibuk dengan kebiasaan sejak kecil mereka (minta disuapin) kalau seperti ini terus maka Indonesia akan menjadi negara yang benar-benar terpuruk INGAT ITU !!!
Date: 19 Maret 2005


Name: hotma
Saya: Mahasiswa dari makassar
E-Mail: hotmahutasoit@yahoo.com
Type of Input: Pendidkan

Comments:
saran saya sebagai mahasiswa dari makassar, bagaimana kalau kita bersama-sama membrantas korupsi yang selalu melanda Negara kita ini.Saya memang prihatin melihat negara kita ini yang dibandingkan dengan negara-negara tetangga.

ayo, kita majusebagai orang yang berpendidikan kita harus waspada apa yang dikatakan oleh pejabat sekarang ini.sekian dan terima kasih.
Date: 23-maret: 2005


Name: rezki
Saya: Mahasiswa dari padang
E-Mail: rezki_gfurdi@yahoo.com
Type of Input: Pendidkan

Comments:
mohon gar pendidikan di indonesia dapat sangat diutamakan sekali. karna diri pengalaman sejarah2 bangsa yang jaya & maju tidak lain hanya karna kemajuan dalam pendidikan dan pengetahuan rakyatnya. beljarlah dari sejarah yunani, jerman , jepang dan negara tetangga malaisya. Jika rakyat sudah pada pintar maka kemajuan akan terlaksana dengan sendirinya, insya allah amin
Date: 25 maret 2005


Name: aprian
Saya: Masyarakat dari jakarta
E-Mail: aprian69@yahoo.com

Comments:
Semangat memberantas korupsi oke oke saja, tapi yang jelas klo mau ngberantas korupsi, tidak sebatas pimpinan nya saja, tapi sampai keakar2ya, artinya harus ada keberanian bagi semua pihak. lebih2 pemberantasan korupsi didunia pendidikan. Kayaknya memang harus ada revolusi struktur di departemen pendidikan, dari menteri pejabat eselon satu sampai ketingkat dinas di kabupaten.

sudah menjadi rahasia umum kalo mau jadi pns Khususnya guru harus setor, pulihan juta kalo nggak ya , jadi guru hanya jadi angan2 belaka, apa lagi bagi temen2 didaerah, yang satu ini memang sulit m,embuktikannya, tapi memang itulah kenyataannya. belum lagi di sekolah murid diwajibkan membeli buku dan seragam. setiap pergantian tahun ajaran, bahkan setiap caturwulan. terus kemana anggaran pendidikan yg ada dalam apbn itu?
Date: 28-03-05


Name: bunga
Saya: Masyarakat dari jakarta
E-Mail: bunga14165@yahoo.combung
Type of Input: Pendidkan

Comments:
terima kasih gus dur, anda telah membubarkan sebuah organisasi pendidikan korupsi bernama "darma wanita" atau setidaknya mendudukkannya pada posisi semestinya. kepada seluruh masyarakat indonesia, asal tahu saja. di negeri kita masih hidup sebuah organisasi kembarannya, yaitu organisasi persatuan istri tentara. selain banyak sekali menggunakan uang masrarakat tanpa ada pertanggung jawaban, juga sering kali terjadi pelanggaran hak kaum perempuan. yth. bapak panglima tni. masih relefankah organisasi tsb di era sekarang.
Date: 4 april 05


Name: paradise putri
Saya: Mahasiswi dari jakarta
E-Mail: paradise@yaoo.com
Type of Input: Pendidkan

Comments:
menurut saya, saat ini pendidikan di indonesia sangat tidak diperhatikan karena masih banyaknya anak-anak yang tidak bisa sekolah. padahal mereka adalah aspek penting yang nantinya bisa menjadi penerus bangsa.namus bagaimana mereka bisa seperti itu kalau mereka tidak mempunyai pendidikan. kepada pemerintah... tolong perhatikan mereka!!! jangan hanya memperhatikan diri sendiri!!!!
Date: 14 april 2005


Name: partugi
Saya: Mahasiswa dari Mercu Buana
E-Mail: partugi@yahoo.com
Type of Input: Pendidkan

Comments:
Menurut saya korupsi dapat dilakukan oleh siapa saja, baik kalangan atas ataupun bawah, tetapi semua itu tergantung pada diri manusianya itu sendiri, apakah kita sebagai manusia lebih kejam dan bodoh dari pada seekor binatang yang hanya mementingkan perutnya sendiri, (jawabnya ada dlm diri masing2). Menurut saya, korupsi harus diberantas mulai dari atas karena korupsi bersumber dari pejabat yang paling tinggi pangkatnya, hingga bisa mengalir sampai bawah dan pemerintah harus membentuk lembaga yang bersumber murni dari masyarakat yg bersih, guna mengawasi dan menindak lanjuti korupsi sampai bersih.
Date: 25/4/05


Name: Retriani
Saya: Siswi dari SMA Titian Teras
E-Mail: retriani@yahoo.com
Type of Input: Pendidkan

Comments:
Waduh, kalo kayak gini terus pendidikan Indonesia, gimana bisa maju, ya? Apalagi kalo mo masuk universitas, biayanya itu lho nggak sedikit. Enak sih kalo punya ortu kaya, kalo yg kayak kita2 ini, mo dapat beasiswa aja susahnya minta ampun. :)
Date: 30 Juni 2005


Name: GITA
Saya: Siswi dari SD.N 2 PASURUHAN
E-Mail: ara_lee@yahoo.com
Type of Input: Pendidkan

Comments:
KORUPSI.....
ANAK : "MA ITU MAKANAN APA?"
MAMA: "MAKANAN PARA PIMPINAN KITA NAK"
ANAK :"HARGANYA BERAPA?"
MAMA: "KITA GAK AKAN BISA BELI NAK UNTUK MAKAN SAJA SULIT"
ANAK : "MA LAPAR....."
MAMA: "KITA TUNGGU BANTUAN DARI PEMIMPIN UNTUK MEMBERIKAN MAKANAN UNTUK KITA"
ANAK: "PERUT KU SUDAH BUNCIT"
MAMA: "PERUT PEMIMPIN KITA JUGA BUNCIT MAKAN UANG KITA"
Date: SENIN,04 JULI 2005


Name: Betania Fitriani
Saya: Guru dari SMK
E-Mail: betaniafitriani@yahoo.com
Type of Input: Pendidkan

Comments:
Benarkah pendidikan Mahal???,
Sebenarnya biaya Pendidikan dapat ditekan jika Pemerintah benar - benar bisa memberantas korupsi, terutama koruptar-koruptor yang melenglang buana di dunia pendidikan. saya yakin banyak sekali. Kapan ya KPK sampai di dunia pendidikan?, Jadi Bantuan dari Pusat betul-betul bisa diterapkan sesuai dengan kebutuhannya tanpa melalui proses sunat-sunatan. KPK ku tunggu gebrakanmu di dunia pendidikan indonesia tercinta ini.
Date: 10-07-2005


Name: cancio
Saya: Mahasiswa dari Universitas nasional Timor Leste
E-Mail: cancio_rx2005@yahoo.co.id
Type of Input: Pendidkan

Comments:
Saya sangat sayangkan kalau biaya pendidikan di Indonesia semaking lama semaking tinggi. Karena masalah yang akan muncul adalah anak-anak yang tidak mampu tidak akan mendapatkan pendidikan yang sebagaimana yang menjadi haknya yang tekah di atur dalam undanmg-undang tentanmg pendidikan.Karena bagaimanapun pintarnya anak-anak miskkin belum tentu mereka mampu untuk membyaiyai sekolahnya.

terima kasih telah membrikan tempat bagi saya untukl berkomentar.
Sebenarnya saya juga dulu sebelum Timor Leste memisahkan diri dari Indonesia berkuliah di Universitas Brawijaya Malang.
And akhir kata thanks a lot.
Date: 13-juli-2005


Name: Prasetyadi E.Y.
Saya: Mahasiswa dari Universitas Lampung
E-Mail: nandha_matrix@yahoo.com
Type of Input: Pendidkan

Comments:
Pendidikan adalah perihal utama yang kapasitasnya adalah prioritas. Permasalahannya, dunia pendidikan di negara dijadikan sebuah ladang bisnis yang dinilai "basah" (korupsi merambah dunia pendidikan). UUD 1945 (pasal 31) sebagai konstitusi NKRI sudah jelas-jelas menyatakan bahwa biaya pendidikan dijamin oleh negara. UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 menegaskan, 20% APBN/D dialokasikan untuk pendidikan. Tetapi mana realisasinya? Jangan katakan bahwa permasalahan negara kita bukan hanya pendidikan? Sebenarnya semua permasalahan kembali pada aplikasi pendidikan itu sendiri, bagaimana kecerdasan itu diterapkan? Bagaimana rakyat Indonesia dan bangsa Indonesia bisa cerdas, jika tujuan utama pembangunan yang salah satunya "mencerdaskan kehidupan bangsa" tidak diperjuangkan??
Date: 2 Agustus 2005


Name: soeradji muchammad
Saya: Mahasiswa dari IAIN Sunan Ampel Surabaya
E-Mail: adji_coey@yahoo.co.id
Type of Input: Pendidkan

Comments:
Assalamu alaikum Wr.Wb
salam demokrasi.....
memang benar negara yang semakin tua ini semakin curat marut, bayangkan dengan kebijakan yang dikeluarkan mengenai standart kelulusan yang ada itu pun tidak dipikirkan secara matang sehingga tidak heran kalau kelulusan tahun ini naik dibanding tahun lalu, contoh surabaya saja hampir ratusan yang tidak lulus.

melihat kondisi seperti itu siapa yang patut dipersalakan apakah murit, apakah guru, apakah..., kawan2ku yang terhormat yang masih peduli akan nasib generasi muda bangsa ini, saya mengajak untuk bersama2 berjuang melawan rezim yang ada.
Date: 11 Agustus 2005


Name: Ahmad
Saya: Masyarakat dari Depok
E-Mail: ahmad_170845
Type of Input: Pendidkan

Comments:
Ini suatu media yang cukup bagus, cuma harus dicarikan cara untuk mewujudkan apa yang seharus/sebaiknya yang sudah dituangkan di sini.

Saya setuju dengan saran dari tulisan sebelumnya yang mengatakan untuk sekolah negeri yang meminta sumbangan biaya gedung dan pungutan lainnya, sebaiknya diswastakan saja, sehingga anggaran yang sudah diberikan pemerintah ke sekolah tersebut bisa disalurkan ke sekolah lain yang jelas-jelas membutuhkan dan menggunakannya dengan transparan.

Saya diminta membayar Iuran Peserta Didik (IPDB) yang bisa diangsur sekian kali, tapi celakanya harus sudah dilunaskan paling lambat 31 Desember 2005 sedangkan pemberitahuan baru diberikan tanggal 13 Agustus 2005. Lucunya iuran ini yang katanya sumbangan sukarela, pada yang bersangkutan diharuskan mengisi dan menandatangani SURAT PERNYATAAN yang didalamnya tertulis "... saya akan memenuhi kewajiban saya sebagi anggota Komite Sekolah SMA Negeri ..." (Luar biasa! Ini sama saja pungutan paksa berkedok iuran dan sumbangan). Besaranya tidak tanggung-tanggung yaitu 7,2 juta per anggota (semuanya ada 272 anggota atau siswa). Apakah saya secara otomatis menjadi anggota ki omite begitu anak saya diterima?

Disini juga saya ingin menanyakan legalitas dan posisi daripada komite sekolah ini yang begitu besar peranannya dalam hal menimbulkan berbagai macam pungutan dengan dalih yang macam2. Sebaiknya komite ini segera dihapuskan saja, karena merupakan salah satu sumber timbulnya pungutan2 yang sangat memberatkan bagi sebagian orang tua siswa dan merupakan sumber korupsi dan kongkalikong dengan pejabat sekolah. Kami ingin pemerintah dan wakil rakyat yang terhormat bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah ini segera. Kirim tim investigasi dan pemberantas korupsi. Karena pendidikan adalah hal paling mendasar dan modal dasar untuk bisa bangkit dari keterpurukan dalam segala hal kecuali korupsi dan kemiskinan itu sendiri. Semoga berhasil. Amin!
Date: 15082005


Name: Abdullah Abdul Muthaleb
Saya: Mohon Pilih dari pendidikan
E-Mail: abdullahamjuri@yahoo.com
Type of Input: Pendidkan

Comments:
Korupsi di dunia pendidikan memang sebuah penyakit yang kian akut di negeri ini, terlebih di Aceh yang setiap tahun dianggarkan 700 M ternyata semuanya tidak ada manfaat untuk memperbaiki kualitas pendidikan dan sleuruh perangkat didalamnya, terutama kesejahteraan guru dan fasilitas pendukung proses bekajar. Artinya, di tengah kian mahalnya pendidikan harus ada terobosan dan dorongan kuat jika APBD sebagai kumpulan dana rakyat harus memihak kepada kebutuhan mendasar : pendidikan! Bukan hanya itu, proses monitoring anggaran pendidikan harus terus dilakukan di samping tentunya mendorong pemerintah untuk mengratiskan pendidikan terutama dari pendidikan dasar hingga menengah (lanjutan tingkat atas). Alasan pemerintah : tidak ada dana adalah akibat dari maraknya korupsi dan penjarahan dana publik yang terus terjadi sampai saat ini. Kepala Divisi Riset Dan Analisis Kebijakan Publik LSM Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh
Date: 13 Oktober 2005


Name: TARSONO
Saya: Mahasiswa dari UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA KAMPUS SUMEDANG
E-Mail: TARSONO_BIDOL
Type of Input: Pendidkan

Comments:
Tidak ada kata lain selain korupsi adalah kelakuan yang sangat jelek, sehingga korupsi harus diberantas dari negara kesatuan Republik Indonesia.

HAPUS KORUPSI.................!
MAJULAH iNDONESIAKU
Date: 17-10-2005


Name: argo
Saya: Siswa dari magelang
E-Mail: klonang@bluebottle.com
Type of Input: Pendidkan

Comments:
pddkn mahal patut pertanyakan? buat kemana, trus kineja guru kok berkorup juga sih? pokoknya nasip peg pddkn hrs dtktkan biar kagak korup. kami anak sma gak dapet beasiswa trus kemana larinya uang kompensasi bbm?
Date: 29/11/05


Name: H-meed
Saya: mahasiswa
E-Mail:
Type of Input: Pendidikan

Comments:
saya adalah satu-satunya mahasiswa yang tidak mempunyai kepandaian dan saya hanya mempunyai komitmen untuk memajukan dunia pendidikan di indonesia.

saya ingin semua sekolah di indonesia baik yang vaforit kek or tidak mempunyai tarif yang sama dalam segi biaya,karena selama ini yang di jadikan topeng oleh para pengelola sekolah maupun yang mengataskan lembaga hanya dari segi media dan alat bantu yang lainnya. padahal tanpa alt bantupun merka harus belajar dan wajib mengenyam endidikan sesuai dengan undang-undang yang telah berlaku.jadi, kami minta kepada pemerintah untuk memberikan sanksi kepada sekolah maupun lembaga tersebut yang dalihnya hanya karena media dan fasilitas lainnya yang intinya oleh mereka (pengelola pendidikan) dijadikan ajang bisnis yang tertutup padahal sangat menyengsarakan kaun rakyat kecil
Date: 1/12/2005


Name: aiga
Saya: Mahasiswi dari padang
E-Mail: aiga_suveltra@yahoo.co.id
Type of Input: Pendidkan

Comments:
mendingan negara ini dibubarin aja....
semuanya kaga' ada yang becus.
emangnya kalau NKRI masih dipertahankan, keuntungannya apa?
apa masih bisa mewujudkan keadilan, kesejahtraan, dan ketentraman bagi rakyat?
demi Allah, saya menginginkan negara ini bubar....

Saran Webmaster:
Sabar Aiga, memang banyak SDM yang harus diganti, jelas! Mereka tidak dapat diperbaiki karena sudah terlalu busuk. Tetapi, ini adalah negara yang mempunyai kesempatan untuk masa depan yang luar biasa, asal manajemen negara dipaksa bertanggungjawab, seperti di negara maju. Solusinya adalah PSM (Peran Serta Masayarakat).

Kelihatannya banyak orang sudah putus asa dan sibuk mencari makan, apa lagi sejak BBM dinaikkan. Memang harga BBM perlu untuk dinaikkan, tetapi kesejahteraan masyarakat harus dinaikkan lebih dahulu. Adakah rencana pemerintah "yang kreatif" untuk meningkatkan pembangunan industri, export, investasi, dll? Kami hanya menyaksikan pembangunan Mal, Plaza, Ruko, dan Hotel Mewah dibangun terus, yang sifatnya konsumtif semata, tetapi tidak bermanfaat untuk pengembangan negara atau kesejahteraan masyarakat.

Kita memang perlu memudahkan proses untuk investor dari luar negeri, dan mulai memaksa investor dalam negeri untuk membangun industri daripada membuat fasilitas untuk orang yang punya duit saja! Salah satu hal yang sangat penting adalah pemerintah harus mendorong dan membantu masyarakat yang berniat membuka usaha "home-industri" yang dapat menyerap jutaan tenaga kerja termasuk ibu rumah tangga.

Mengapa mobil, motor dan beras masih diimpor? Apakah kita "sengaja" ingin memperkaya negara lain seperti Korea, Cina dan Jepang dengan mengimpor segala macam barang tersebut? Apakah di negara kita ini masih kekurangan tenaga untuk memproduksinya (walapun puluhan juta orang menganggur), atau tanah kita yang tidak subur sehingga harus mengimpor beras?

Salam Hormat & Jangan Putus Asa, Berjuang!
Phillip R. (Webmaster)

Date: 19-12-2005


Name: Rusli Hari
Saya: Mohon Pilih dari
E-Mail: fredtt1958@yahoo.com
Type of Input:

Comments:
Gimana ya...What action are we taking other than banteras dan segalanya..perjalanan kita masih jauh untuk menerapkan pengertian pendidikan yang mengacu kepada mutu, efiensi dan relevansi. Ya syukur ada beberapa institusi udah sadar pentingnya pendidikan yang berkualitas.

We need to learn more dengan negara tetangga Singapur pendidikan tinggi sesuai dengan tujuan pembangunan kualitas sumber daya manusia yang diperlukan sehinggakan rakyatnya sendiri berpindah keNegara lain yang udah dan mau membangun untuk mempraktikkan pendidikan yang dipelajari
Date:


Name: Feby Ardiansyah
Saya: Siswa dari SMKN 25 Jakarta
E-Mail: ebhie_ard@yahoo.com
Type of Input: Pendidkan

Comments:
Assalammualaikum Wr.Wb.
Saya ingin menanyakan, bolehkah seorang Guru menjual Buku (modul) secara paksa kepada murid? dan bagai mana solusinya menghadapi Pembina OSIS yang enggan/sukar sekali membantu kami (selaku anggota OSIS-nya) bila ingin mengadakan acara di sekolah kami?
Date: 28/01/2006


Name: Rattan Singh
Saya: Citizen dari
E-Mail: eximcon@mail.ru

Comments:
Why single out education, corruption at any place against any body by anybody is crime against the country, state, and entire humanity. Cases be tried summarily, onus to prove innocence must lie on the accused, and culprits be hanged in public squares by the legs till death. 90 % couuruption shall be wiped in 10 days.

RE: "prove innocence must lie on the accused, and culprits be hanged in public squares by the legs till death"
Interesting and amusing, thanks for the humor.

Why education? Because stealing from education not only steals from the present generation but also the future generations of our citizens. But I agree, all curruption is evil, and against every religion, and is the "number 1 enemy of this country".
Thank you
Phillip R. (Webmaster)

Date: 28/1/2006


Name: aiga
Saya: Mahasiswi dari UNP Padang
E-Mail: aiga_suveltra@yahoo.co.id
Type of Input: Pendidkan

Comments:
semua sendi kehidupan di bangsa dan negara ini sudah sangat intim hubungannya dengan korupsi. tidak ada lahan yang tersisa.....
kita tidak bisa dan tidak boleh munafik. kita ini besar karena korupsi... ya khan?

jangan-jangan situs ini juga ada karena korupsi tuh...

Terima kasih
Kebanyakan rakyat di negara ini tidak terkait (atau tidak ingin terkait) dengan korupsi, termasuk banyak pegawai negeri, tetapi masalahnya mereka diam saja dan tidak berusaha untuk memberantaskan korupsi.
Kalau mengenai saya sendiri jawaban sudah ada di: http://berjuang.org/korupsi.html

Salam Hormat dan Selamat Berjuang
Phillip R. (Webmaster)

Date: 2 Februari 2006


Name: Ariel
Saya: Mahasiswa dari Medan
E-Mail: Chairil.hd@gmail.com
Type of Input: Mohon Pilih

Comments:
Aq mau memberikan pertanyaan lah boleh kan sobat, Pembayaran pajak yang setiap tahunnya di pungut oleh pemerintah di bawa kemana ya? mudah2an ada saving anggaran pemerintah ya! tapi di mana ya, apakah di Pendidikan? mungkin pemerintah aja yang tahu itu.
Date: 03-Februari 2006


Name: Beegood
Saya: Pengamat dari malang
E-Mail: bimo_45@plasa.com
Type of Input: Pendidkan

Comments:
"KORUPSI" sepertinya sudah menjadi bagian yang sulit untuk dipisahkan dari masyarakat kita. Mulai dari pedagang, tukang parkir, calo-calo kelas bawah di kantor2 kepolisian sampai pejabat dan direktur mungkin sudah tidak sadar apa yang telah mereka lakukan itu disebut "KORUPSI".
Orang2 yang jujur dan berakhlak menjadi orang2 yang tersisihkan dan tak terdenghar suaranya.
Bgaiaman bisa kita mengurangi "KORUPSI"?
Lha wong Pak Polisinya, TNI-nya, Pegawainya dan Pejabat Pemerintahannya, Kejaksaannya, gur/Dosennya, Pedagang dan Direkturnya, Tukang Parkirnya, Sopirnya...Pada KORUPSI semua.
Butuh Mukjizat untuk mengurangi "KORUPSI" di Negeri yang berbudaya ketimuran dan adiluhung ini"
Date: 04-02-2006


Name: RS. Iqball
Saya: Pengamat dari Garut
E-Mail: rsiqball@yahoo.com
Type of Input: Pendidkan

Comments:
Aspirasi/Informasi
Akhir Desember 2005, saya mendapat selebaran/dokumen dari CRC (Citizen Report Card) mengenai mengendapnya dana sejumlah 1,7 milyar di Dinas Pendidikan Kabupaten yang seharusnya disalurkan sebagai bantuan pemerintah bagi masyarakat, dan sebagian merupakan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), bagi siswa SD dan SMP.

Menurut informasi yang sempat saya peroleh (orang-orang, media setempat), akan ada inspeksi dari ICW terhadap Dinas Pendidikan setempat pada bulan Januari 2006.

Saya tidak mengamati perkembangan lebih lanjut mengenai hal tersebut, tetapi biasanya informasinya lebih santer jika memang ispeksi tersebut dilakukan pihak ICW, atau mungkin saya tidak sempat menangkap / memperoleh informasi tersebut.

Saya akan mencoba melakukan chek & recheck ke CRC.

Mohon Informasi kepada rekan milis Pendidikan.net : Adakah yang mengetahui situs, alamat ataupun informasi mengenai hal tersebut diatas?

Demikian, atas perhatian dan kerjasamanya saya ucapkan terima kasih.

Wassalam.
Date: 13-02-2006


Name: Syilfa
Saya: Siswi dari SMA N 6 JKT
E-Mail: zhiel_fwa@yahoo.com
Type of Input: Pendidkan

Comments:
Menurut saya....
Pendidikan di Indonesia sangat diperlukan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu pendidikan harus diutamakan. Dan yang perlu diperhatikan juga anggaran pendidikannya yaitu dengan menambah anggaran pendidikan..
Dan yg tak kalah pentignya sarana prasarananya harus lebih diperhatikan. Karena apabila prasarananya kurang, belajar pun menjadi malas-malasan..
Jadi, saya harap pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik dan bermutu. Sehingga SDM yg dihasilkan pun mempunyai skill dan mutu yg lebih..
Date: 11-03-2007


Name: Golden Chandra Oentoro
Saya: Siswa dari Sekolah Kristen Kanaan Banjarmasin
E-Mail: futura_chandra@yahoo.co.id
Type of Input: Pendidkan

Comments:
Yap saya setuju dengan website ini. Saya rasa orang yang melakukan korupsi harus dihukum. Kalo menurut saya, hukum mati adalah hukuman yang paling tepat bagi mereka seperti hukum di negara Cina.
Date: 20 Maret 2007


Name: muhammad ghofaar
Saya: Guru dari SDN pekuwon II sumberrejo bojonegoro
E-Mail: gheench@yahoo.co.id
Type of Input: Pendidkan

Comments:
terima kasih telah memberi kesempatan kepada kami FKGTT BOJONEGORO dan sekaligus mewakili seluruh GURU GTT (guru tidak tetap)
Kpada dewan pendidikan dan mentri pendidikan,kami mau mengutarakan pendapat, pertanyaan, dan permohonan PENDAAPAT tentang duynia pendidikan di indonesia sebenarnya sudah hampir mendekati tingkat international, buktinya dalam pelajaran matematika sains indonesia mempunyai nama yang cukup bagus, tetapi adanya korupsi lamban pula proses untuk maju,. pertanyaan saya bagaimanakaah kejelasan kami para GTT (guru tidak tetap) kalao masalah mutu dari para guru saya kira tidak lagi di ragukan saya kira, bukan berarti saya pribadi guru tapi bukti outentik mengatakan begitu ini harus dijawab di email saya pak, kami sudah turuti permintaan bpk yaang menyuruh GURU SD MINIMAL D2-SI..,daan yaang terjadi di masyarakat kian maarak yaaitu masih aja tenaga guru kita yang GTT yang menggunakan jasanya melalui dinas pkepegawain dan untuk masuk PNS harus mem bayar uaang yang jumlaahnya 60juta, dan apakah pemerintah dengan hal yang semacam ini tahu tapi pura2 gak tahu. tolong pak perhaatikan dunia pendidikan agaar kami para guru bisa tersenyun, TOLONG SAMPAAIKAN KE DIKDAS PUSAT. nama :muhammad ghofar

alamat : sumberrejo bojonegoro.
pekerjaan : guru SDN pekuwon II.SALAM REFORMIS
Date: 29-03-2007


Ke Korupsi dan Pendidikan Halaman 3 >>>

Mengunjungi:
Aspirasi Pendidikan Kita
Kunjungi Korupsi Org
Pendidikan Network Indonesia
Pendidikan Network

Untuk yang Peduli Pendidikan
Klipping Saran dari SuaraKita.Com, Korupsi.Org, Aspirasi.US
HOME