Halaman UtamaKorupsi dan MoralKorupsi dan PendidikanKorupsi dan SDMInfo KorupsiSaran KitaForum KorupsiPendidikan Network

Disini Anda dapat bersuara mengenai hal-hal Korupsi,   berkomunikasi dengan teman-teman dan kolega di Indonesia yang Anti-Korupsi,   menulis Aspirasi Anda terhadap Masa Depan Bangsa,   &    dapat memasang Berita mengenai Kegiatan Anti-Korupsi.
Suara Yang Peduli Bangsa Indonesia
Musuh Kita di Dalam Negeri
[ English Language ]

Koruptor adalah Penghianat dan Musuh Negara dan Rakyatnya. Tetapi, lebih jahat lagi adalah koruptor yang mencuri uang dari anggaran pendidikan.

Kalau koruptor mencuri uang dan kekayaan kita, "dan kita diam saja, salah kita sendiri". Tetapi, malu, malu, malu kita kalau kita diam sambil melihat mereka mencuri masa depan anak-anak kita juga (pendidikan)!

Menaikkan anggaran pendidikan sampai 25% APBN, dan Koruptor - "Lepas Tangan" Terhadap Pendidikan

Di sini anda punya kesempatan untuk membahas sesuatu yang berbau korupsi atau sesuatu kebiasaan yang merugikan anggaran: pendidikan, sekolah atau lembaga pendidikan. Ingat, anda di lapangan yang melawan korupsi adalah Pahlawan dan Patriot Bangsa.

Saran Anda

Name: Dalilah
Saya: Guru dari depok
E-Mail: Dalilah_Musyaffa@yahoo.com

Comments:
Kita harur mencari solusi tuntas atas permasalahan2 yang terkait dengan korupsi khususnya, betapa memalukan, indonesia yang katanya negara bermartabat tetapi pada faktanya?....anehnya, kenapa hukum selalu berpihak pada pihak2 yang berkantung tebal, mereka seakan-akan tak tersentuh hukum, tapi beda halnya dengan rakyat kecil...bukankah berarti negeri ini kapitalia, that mean kekuasaan ditangan pemilik modal (Capital) berati, kita ganti saja sistem kapital ini dengan sistem lain yang paripurna!
Date: 26 september 2004

Bukan sistem yang gagal, orang-orang rakus yang menggagalkan. Mengganti sistem 1000 kali dengan orang yang sama - TETAP GAGAL! Sebetulnya, sistem kapitalisme sangat menghargai pendidikan dan kemampuan masyarakat.
Salam hormat, Webmaster


Name: Abdus Salam As'ad
Saya: Mahasiswa dari Malang
E-Mail: salamrenaissance@yahoo.com

Comments:
nmapaknya korupsi sekareang ini sudah merajalela. untuk memberantas itu tentunya tidak hanya bisa melalui organisasi foram sepewrti MCW, ICW DLL akan tetapi banyak hal yang harus dilakukan seperti pernguayan ekonomi masyarakat
Date: 12-10-2004


Name: didik
Saya: Staf Teknologi dari Jakarta
E-Mail: dps04@plasa.com

Comments:
Korupsi terjadi dimana-mana di BPPT misalnya walaupun ketuanya dari PAN yang menamakan dirinya Reformis, tapi selama tiga tahun memimpin BPPT tak ada perobahan sedikitpun. Pejabat-pejabatnya yang ber KKN dibiarkan begitu saja, jangan heran kalau hasilnya juga tidak ada bagaikan siluman saja. Kalau di DPRD-DPRD selalu dikemukakan perjalanan fiktif dilembaga ini sebenarnya jauh lebih banyak, tapi yah begitu saja, proyek yang dikerjakan semuanya dikorupsi yang penting laporan ke BPK sangat baik dengan menyogok BPKnya lebih dulu, demikian juga dirjen anggaran untuk meloloskannya harus disogok, jadi walaupun proyeknya proyek fiktif anggarannya akan tetap keluar.
Date: 21 oktober 04


Name: vicky
Saya: Mahasiswa dari pekanbaru
E-Mail: vq_go00@yahoo.com

Comments:
perilaku korup di dalam masyarakat kita tidak hanya sebagai akibat dari buruknya sistem hukum yang berlaku, moral yang bobrok akan tetapi juga terkait masalah budaya yang telah lama ada didalam masyarakat seperti tradisi pemberian hadiah. pendidikan yang berorientasi pada hasil dan mengesampingkan proses dari hasil tersebut akan menghasilkan koruptor-koruptor baru.

korupsi anggaran pendidikan akan lebih menyengsarakan bangsa kita. pembodohan, eksploitasi dsb terus berlangsung.
Date: 23 oktober 2004


Name: sontoso
Saya: Pegawai Negeri dari Tangerang
E-Mail: dps04@plasa.com

Comments:
Untuk dapat menjerat secara tak langsung para pelaksana KKN maka perlu web ini menyediakan satu sesi untuk menampung tumpukan KKN yang dilaporkan orang perorang dan dapat diketahui umum.

Sesi ini terletak dihalaman muka dan dengan mudah untuk di akses.
Date: 26 oktober 04


Name: Samuel
Saya: Masyarakat dari Propinsi Riau
E-Mail: fajar_buana2003@yahoo.com

Comments:
Mari kita menuju kehancuran bersama didunia pendidikan, proyek BLOCK GRANT untuk pengadaan barang telah menjadi ajang kkn baru di dunia pendidikan kita yang lebih terorganisasi, rapi, dan tanpa bekas. Alasannya otonomi sekolah tetapi tidak lebih dari tekanan terselubung terhadap para kepala sekolah untuk memilih produk tertentu disertai ancaman jabatan, mutasi atau tidak lagi diusulkan untuk memperoleh bantuan, dan menjadi sapi perah oleh para oknum dinas pendidikan yang merangkap sebagai sales dari produk yang memberi mereka "diskon" lebih besar tanpa melihat mutu dari barang yang ditawarkan dan tujuan pendidikan itu sendiri dengan mengabaikan penilaian guru terhadap produk yang mereka anggap lebih baik melalui presentasi yang fair.

Semoga peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya menjadi slogan dan jargon agar dapat menciptakan anggaran yang besar dan dikorupsi secara berjamaah. tetapi benar - benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Mari kita bersama berjuang menghapus program Block Grant dan tetap melakukan pengadaan barang dengan sistem lelang murni agar setidaknya dapat dikontrol oleh khalayak/masyarakat umum.

Jangan sampai terjadi anggaran habis, murid tidak mendapatkan kemajuan alias jalan ditempat, bahkan mundur karena biaya pendidikan mahal akibat mark up.
Mari kita bermimpi.
Date: 3 Desember 2004


Name: abuhudz
Saya: Pegawai Negeri dari Banjarbaru
E-Mail: abu_hudzaifah78@i-bisnis.com

Comments:
Salah satu modus dari "nyolong duit" yaitu korupsi dengan segala macem bentuknya..sudah jelas hukumnya : haram!!...Islam sudah menyiapkan hukuman bagi para maling yaitu : potong tangan (ada perinciannya lagi)..jangan bicara HAM, sungguh hikmah yangbesar terkandung dari hukuman model Islam.
Date: 06-01-2005


Name: hartanto
Saya: Masyarakat dari purwokerto
E-Mail: ato_jordan@yaohoo.com

Comments:
mungkin akan lebih baik jika kita mencermati korupsi didunia pendidikan, seperti ; mekanisme pemberian beasiswa, pungli dari gaji pendidik dll. hal tersebit menjadi ironis ketika pendidikan dituntut melahirkan manusia yang bermoral tapi justru diselenggarakan oleh "tikus" yang tdk bertanggung jawab. kalau perlu jalin kerja sama dengan KPK
Date: 12 Januari 2005


Name: bagus
Saya: Masyarakat dari kabupaten sumedang
E-Mail: zero_1993@yahoo.com

Comments:
di wilayah saya--kab. sumedang tampaknya tak ada lembaga yg mengkritisi jalannya pemerintahan...korupsi yg jelas2 tampakpun hanya lewat begitu saja...sy ingin membuat suatu lembaga yg mengkritisi jalannya pemerintahan di daerah saya agar ada penyeimbang dalam tiap kebijakan dan kasus2 korupsinya -- mohon saran kawan2 bagaimana memulai suatu gerakan anti korupsi misalnya dalam lingkup pemerintahan kabupaten --terima kasih
Date: 18/01/2005


Name: Ariesta the smartest
Saya: Siswi dari SLTPK. Lemuel
E-Mail: ariesta_aprilia@yahoo.com

Comments:
Yang saya sudah pelajari adalah korupsi merupakan suatu bentuk pembangkangan terhadap negara. Apalagi korupsi terhadap dunia pendidikan. Bejad buanget gito loh! Kenapa sih hukum di Insonesia lebih berpaling pada orang yang punye kantong tebel. Katanya Indonesia berdasarkan pada hukum. Pokoknya bagi loe2 padaan pemuda/pemudi yang nanti bakal melanjutkan tongkak pemerintahan, BERANTAS KORUPSI SAMPAI KE AKAR2NYE!! kORUPSI ITU NGGAK BUANGET DECH!!! AND iT'S VERY DANGEROUS!!! dO IT YA !!!! tHANKS
Date: 24/1/05


Name: Hana
Saya: Masyarakat dari Indonesia
E-Mail: Hanacaraka@ureach.com

Comments:
Sekarang ini DPRD masih rajin dengar pendapat dengan Pengusaha yang buntut buntutnya yang diajak dengar pendapat hars menyediakan uang rapat. Yang bikin aku bingung, koq DPRD mau tau program kerja pengusaha, terus koq yang ditanyai harus ngasih uang rapat... bukankah sudah ada uang rapat itu???! Yang seperti ini masuk golongan korupsi nggak ya? Kalo iya jadinya kita cuma mimpi mbrantas korupsi lha yg di[ilih rahyat untuk mewakili aja korupsi apalagi yang nggak dipilih rakyat yak.....
Date: 19 Februari 2005


Name: sumar
Saya: Guru dari kab.Probolinggo jatim
E-Mail: alfacd@plasa.com

Comments:
korupsi bisa dibrantas kalau yang diatas sono punya niat dan keberanian, dan tentu saja tidak hanya slogan untuk mencari popularitas, korupsi ibarat tumor yang paling ganas yang akan berkembang pesat dari hari kehari, korban korupsi melebihi jumlah korban tsunami, harus ada rembuk nasional dari bapak2 kita yg sekarang memimpin bagaimana cara menanggulangi korupsi bukan2 kita2 ini resikonya terlalu besar bisa2 dimutasi spt yg nulis pesan ini he...he....he....bersambung
Date: 3


Name: Judisetiwan
Saya: Masyarakat dari Nederland
E-Mail: judisetiwan@judisetiwan.nl

Comments:
Masalah Korupsi adalah masalah dunia dimana2 korupsi ada .Saya yg sdh 25 thn di Nederland walaupun Negara yg demokratie tapi korupsi juga ada.Hanya tidak seperti dinegri kita (indonesia) terang2an dan dari pegawai negri sampai tingkat Mentri dan juga President. Pemberantasan korupsi di Indonesia bukanlah masalah yg dapat diselesaikan atau dengan janji2 pemerintah yg hendak memberantas korupsi, bahkan Presiden SBY sendiri akan memimpinnya? Benarkah? Mampuka? Apakah hanya tergantung pada pemasalahan Korupsio dinegara kita ini yg harus kita pecahkan ,apakah seandainya terberantasnya korupsi yg lainnya terselesaikan?Menrut saya Hukum diindonesia adalah dasar prinsip2 yg harus kita dirikan,harus ada badan Huklum yg berani dan teguh yg tidak tergantung pada pemerintah.Nah sampai sini dulu lain kali diosambung lagi. Saya tunggu riaksi dari rekan2. Wasalaam Judi
Date: Nederland.13-04-05


Name: Abd. Aziz Rofiq
Saya: Dosen dari STAI Fatahillah Serpong
E-Mail: aarofiq@yahoo.com

Comments:
Memprihatinkan, kondisi negara kita yang sedang sakit ini masih juga ada yang menggerogoti dari dalam.

Korupsi memang sudah mewabah dimana saja, jangankan di sektor yang memang "remang-remang", sektor yang terbilang "bersih"pun, seperti pendidikan, sudah dimasuki penyakit masyarakat yang satu ini.

Sepertinya memang sangat absurd membicarakan bagaimana memberantas korupsi. Karena hal ini sudah sedemikian mewabah. Tetapi bukan berarti jalan terakhir sudah tertutup. Masih ada usaha lain untuk-paling tidak mengerem-kalaupun tidak menghentikannya sama sekali.

1. Kita harus mulai dari diri sendiri (ibda' binafsik)

2. Kesungguhan dari semua pihak termasuk pemerintah untuk menegakkan hukum bagi para pelakunya. Selama penegakan hukum masih merupakan omong kosong, maka selama itu pula korupsi terus berjalan. Hukum seberat-beratnya pelaku korupsi.

3. Bekali generasi muda dengan nilai-nilai anti korupsi.

So, di antara yang tidak baik masih ada yang terbaik (diantara mereka).
Thanks kapan-kapan sambung lagi. Wassalam
Date: 14 April 2005


Name: Dody Irwanto
Saya: Mahasiswa dari UNISMA
E-Mail: dody2004@yahoo.com

Comments:
Saya Mendengar akhir-akhir ini banyak sekali pungutan yang dilakukan oleh sebagian besar bupati kepala daerah kabupaten kota/kotamadya. yang alasannya untuk anggota DPR. bagaimana ini bisa sampai terus berjalan? apa memang BUPATI dan DPR ini kong kalikong sehingga bisa terus korupsi dengan jalan memeras aparat/pegawai bawahannya ? kenapa semua media pada takut untuk membukanya ? mungkin sudah dibayar juga ya? terus apa peranan presiden dan semua kelengkapan negara dalam hal ini? tolong mungkin ada yang tahu mau diapakan korupsi ini? kian hari tambah banyak. apa ya dibiarka aja? trim
Date: 23-4-2005


Name: wakhid kurniawan,s.pd
Saya: Guru dari Banyumas, Jawa Tengah
E-Mail: wakhid_kurniawan@indo.net.id

Comments:
Saya guru SMP N 2 Pekuncen
Kab. Banyumas, Jawa Tengah
(belum melaksanakan Kurikulum 2004)
Mohon klarifikasi sedikit pemahaman saya tentang Sistem penilaian, di bawah ini :
1. Kurikulum 2004 berusaha mengembangkan setiap aspek kemampuan yang dimiliki anak didik. Oleh karena itu sistem penilaian berusaha mengungkapkan setiap aspek kemampuan anak didik tersebut, sehingga tergambar profil siswa secara utuh.
2. Dalam sistem penilaian Kurikulum 2004 kemajuan belajar siswa tidak dibandingkan dengan siswa lain. Kemajuan belajar siswa dibandingkan dengan keadaan awal siswa itu sendiri. Sehingga di dalam buku rapor tidak terdapat nilai rata-rata kelas.
3. Kita tidak bisa mengatakan satu aspek kemampuan siswa (kognitif misalnya) lebih penting dibandingkan dengan aspek yang lain (afektif misalnya). Sehingga antara kesemua aspek yang dikembangkan itu tidak bisa dijumlah dengan diberi bobot, kemudian dirata-rata.
4. Seorang siswa yang telah lulus pada setiap kompetensi dasar kepadanya tidak boleh dilakukan ujian/tes ulang.
5. Seorang siswa dianggap naik kelas/lulus dia telah lulus pada setiap kompetensi dasar, bukan karena rata-rata kompetensi dasar telah mencapai nilai tertentu.

Saya sangat mengharap klarifikasi pemahaman saya di atas, sebab di lapangan saya menjumpai hal-hal sebagai berikut :
1. Saya melihat di banyak sekolah menggunakan daftar nilai yang mirip dengan daftar nilai yang biasa dipakai pada Kurikulum 94. Hanya Bahkan pada daftar nilai yang digunakan di Sekolah Dasar masih mencantumkan nilai Ulangan Semester. Berarti siswa yang telah lulus pada setiap kompetensi dasar masih harus mengikuti tes lagi.
2. Yang saya pahami, ujian blok dilaksanakan jika suatu ketika seorang guru tidak sempat melaksanakan penilaian pada beberapa kompetensi dasar. Namun di lapangan, ada pemahaman Ujian Blok I dianggap sebagai ulangan MID Semester, dan Ujian Blok II dianggap sebagai Ulangan Akhir semester. Ujian blok tersebut juga menguji kompetensi dasar yang telah lulus. Bahkan kemarin KKKS(Kelompok Kerja Kepala Sekolah) Komda 04 Ajibarang Banyumas berupaya menyeragamkan soal Ujian Blok II, tanpa mempertimbangkan bahwa guru memulai mengajar pada Kompetensi Dasar yang berbeda.
3. Saya juga menjumpai pembobotan nilai hasil kuis, tes tertulis, tes unjuk kerja, portoflio dll, kemudian dirata-rata. Tujuannya kemungkinan untuk menentukan kenaikan kelas.
4. Sampai saat ini, tetap ada saja upaya untuk menyeragamkan soal Ujian Akhir Semester oleh KKKS.
5. Penyelenggaraan Ulangan Blok yang tercantum pada nomor 2 di atas menurut saya pribadi sangat tidak baik. Terutama Ulangan Blok tersebut mempunyai bobot yang tinggi dalam rangka kenaikan kelas/kelulusan. Akibatnya guru akan kembali mengajar dengan pola lama, yaitu pencapaian target materi, bukan standar kompetensi. Dan pada akhirnya aspek-aspek lain selain kognitif tidak dikembangkan.
Mohon klarifikasinya segera. Mohon pula bantuan informasi kepada siapa lagi saya harus bertanya jika mengalami kesulitan.
Terima kasih.
Kirim klarifikasi/pendapatnya ke wakhid_kurniawan@indo.net.id
Date: 27 April 2005


Name: "Mahasiswa"
Saya: Mahasiswa dari jogja
E-Mail: gendutt@lycos.com

Comments:
Saya butuh bantuan untuk bongkar korupsi atau minimal anda akan hemat uang untuk perpanjangan SIM
Aku kemarin baru saja mengurus perpanjangan SIM di kulonprogo DIY. yang jelas saya menemukan banyak korupsi
1. 8.000 untuk sidik jari
2. 15.000 untuk tes kesehatan (padahal tidak dilakukan).
aku menggagalkan korupsi ketika pegawai minta kepadaku 60.000 saat sim sudah jadi (alasan untuk pres) aku gertak minta kwitansi pegawai itu kebingungan dan akhirnya aku dibebaskan dari biaya tersebut dengan debat yang lama.

yang jelas saya butuh bantuan untuk mencari bukti. kita bisa melakukan penyutingan dan perekaman kejadian ini dengan alat mini dan canggih. untuk lebih jelasnya silahkan email kepadaku
Date: 6 mei 2005


Name: partono
Saya: Student dari Netherlands
E-Mail: partono_cla10@yahoo.com

Comments:
I am pleasant to join this forus. I am a student at ISS The Haague in Holland at Public Policy and Management. I am interested in this corruption problem in Indonesia. That way I want to make a research about corruption policy in Indonesia. I hope this forum can help me to meet my needs.
Date: May 11, 2005


Name: Emil Jamal
Saya: Masyarakat dari Kalimantan Timur
E-Mail: Jamal_kpi@telkom.net
Type of Input: Informasi

Comments:
Untuk teman-teman wartawan (terutama yang nakal) di Kaltim jangan hanya dekat dengan pejabat yang berduit dan raja koruptor, dekatlah dengan masyarakat yang nggak punya duit. Beritakan secara objektif dan berimbang.Jangan pilih-pilih responden yang "empuk".

Bongkar seluruh kasus korupsi disetiap kantor dewan yang diduga sering mendidik bibit koruptor. Selamatkan uang rakyat dengan jiwa dan semangat jurnalis yang tinggi, anda dilindungi oleh undang-undang. Jangan takut nggak dapat "angpao". Bravo jurnalis Indonesia.
Date: 13 Mei 2005


Name: Upik
Saya: Dosen dari DIY
E-Mail: upik_buyung@telkom.net

Comments:
Tetangga saya pernah bertanay ekpada saya "BU, Ibu X itu projectnya apa sih? di Depdiknas itu projectnya apaan?" Saya tahu arah pertanyaan tetangga sebelah rumah saya adalah mempertanyakan tetangga lain, seorang ibu yg bekerja di Depdiknas yg dalam 2 tahuan terakhir ini tiba-tiba saja beli 2 mobil baru Daihatsu merek beda, renovasi rumahnya, dan kemarin ada kabar baru lagi, membelikan Honda Tiger buat putranya. Mana ybs pernah minat pendapat saya untuk kuliah S2 week end class yg biayanya sekitar 15-20 juta borongan. Keadaan ekonomi sang ibu yg jadi pembicaraan ini amat berbeda dengan sebelumnya. Konon, dia cerita ke banyak tetangga karena lakukan project gede, block grant. Dan ibu tetangga sebelah rumah cerita demikian ke saya. Saya cuma berkomentar "OOO .... "

Kalau dipikir, mungkin dalam 2 tahun terakhir ini si ibu ini bisa menghabiskan dana 250 juta. Ini jumlah fantastis bagi seorang PNS berpendidikan S1 yg semula gajinya pas2an untuk makan.

Tapi, kono KPK hanay mau tangani kasusu korupsi minimum 1 M, dan harus ada bukti tentang kecurigaan penyimpangan tsb. Lha .. bagaimana seseorang yg di luar kantor si ibu ini bisa cari bukti.

Kalau dipikir mestinya si ibu ini berjemaah jika memang dicurigai lakukan korupsi, berarti kalau ada sekian rekannya, bisa 1 M dong. Nah .. harusnya ada KPK D aerah yg telusuri kecuriagan laproan masyarakat thd seseorang yg bekerja di instansi, yg bisa jadi di situ akan aka kolusi. Entah bagaimana pola kerja KPK ini, mana mungkin kalau hanya di pusat saja. Mestinya laporan walau tanpa bukti kalau nama pengirim jelas dan dapat dipercaya, perlu ada penelusuran thd mereka yg dicurigai dong ...
Apakah ada KPK Daerah?
Date: 13 Mei 2005


Name: muksal
Saya: Staf Teknologi dari lsm Forest
E-Mail: m_by_m@plasa.com

Comments:
saya yakin para koruptor kagak akan bisa tidur nyenyak dan mari salam-salam kita kutuk koruptor agar semuanya mati diserang malaria dan penyakit jantung
Date: 20 mai 2005


Name: ::::ane
Saya: Siswi
E-Mail: da_coco_ta@yahoo.com

Comments:
ass.
belakangan ini saya sering sekali mendengar dongeng (mungkin"memang bukan sekedar dongeng), tentang orang-orang yang kemungkinan besarnya terlibat dalam kasus korupsi, kolusi, dsb. saya berpikir, saya hanyalah siswi SMA yang memang kurang informasi dalam masalah ini, namun saya cuman ingin mengemukakan keprihatinan dan kesedihan saya terhadap kondisi negara yang sedang "sakit" ini. Saya 'sungguh-sungguh' berharap (apakah orang yang korupsi akan membaca tulisan saya ini?) ada suatu perubahan yang dapat dilakukan setelah membaca tulisan saya ini, tentunya ke arah yang lebih baik. Dari kisah2 bejat petinggi negara sampai karyawan2 kampung! yang terkontaminasi oleh otak2 kotor dan niat2 jahat hanya karena takut diPECAT!!!, saya dapat menarik kesimpulan (sekali lagi, mudah-mudahan anda tidak langsung menyudahi membaca tulisan ini) bahwa segala sesuatunya harus benar2 dimulai dari diri sendiri.>>>>alasan klasik..
tapi tahukah anda semua,kenapa hanya keGAGALAN dan kegagalan yang bangsa ini hadapi?karena...
satu alasan klasik itu terlalu "payahkah" untuk dilakukan?
padahal hal-hal kecillah yang membangun hal2 bsr. Orang-orang kecil seperti kitalah yang sangat amat dapat mempengaruhi bangsa ini..
kenapa orang2 bejat yang makan uang rakyat tidak dihukum mati????kenapa?? apakah itu melanggar HAM,, lalu apakah mereka yang korup,, dengan entengnya masuk ke dalam volvo melambaikan tangannya dan menghirup udara segar (bahkan orang di bawah jembatan PUN tidak bisa menghirup udara segar itu, karena polusi yang ditimbulkan pabrik2 sialan yang cuman mementingkan profit semata)
tidak melakukan pelanggaran HAM??
kesejahteraan anak2 diambil,,
melihat pemandangan teman2 seangkatan saya yang sering tampil di layar kaca,,, dengan bangganya memamerkan apa yang dia punya (mobil,,rumah,,HP tercanggih) apakah itu juga tidak menimbulkan masalah?? berlenggak-lenggok sok kaya di negeri yang terpuruk ini?

padahal kita miskin. miskin HARTA, miskin ILMU, dan yang paling parah miskin IMAN. Terima kasih mau membaca tulisan saya sampai akhir, mudah-mudahan ada tindakan yang dapat dilakukan. bukan hanya caci maki belaka terhadap ''mereka!

saya mohon maaf untuk semua yang tersakiti.Karena saya tahu, hanya orang "sakit" yang tersakiti dengan tulisan saya ini.
wass.

Terima kasih Ane
Mohon membaca Halaman Moral Tanggal: 01-06-2005 - KLIK!
Salam Hormat dan Selamat Berjuang!
Phillip R. (Webmaster)

Date: 06th of June 05


Name: Abdul aziz
Saya: Mahasiswa dari IPB
E-Mail: patani_man@plasa.com

Comments:
Ass.
Korupsi...... korupsi.... bikin sakit n pegel ati. Udah aja lah mendingan kita selesein secara teegas n berwibawa. Kalo hukumnya udah ga berwibawa ya ganti aja oK! Kalo negaranya ga berwibawa.... setuju ga kalo diganti aja!!! Maaf ya kepada web master, kalo komentarku agak keras abis aku udah bingung mikirin apa sih solusi menghilangkan korupsi.
Date: 9 juni 2005


Name: harun
Saya: Mahasiswa dari surabaya
E-Mail: mas_harun@plasa.com

Comments:
mohon agar kpk menyelidiki dugaan korupsi dana pengembalian puskesmas sebesar 50% dan juga dana progam pemerintah yang diperuntukkan dalam rangka penanggulangan penyakit yang ada di masyarakat yang terjadi pada puskesmas ...., jawa timur. diduga dana tersebut diselewengkan oleh kepala puskesmas. informasi ini tidak main - main, karena pihak staf puskesmas sendiri yang menyatakannya. mohon juga agar pemeriksa dari pihak independen. karena bawasda dan aparat ..... diduga dapat diajak "bermain". terima kasih!
Date: 10-6-2005


Name: arianto
Saya: Masyarakat dari pekanbaru
E-Mail: ariantochuang@yahoo.com

Comments:
korupsi di pusat (jakarta) tuh masih mending. sekali-kali liat ke riau. dahsyat man..., pelayanan ke masyarakat tidak ada yg profesional, semuanya minta duit. mending kita bubarkan aja deh pemerintah indonesia. ini kan sama aja dengan jaman penjajahan.
Date: 17/6/2005


Name: D. Fajar Ahwa
Saya: Staf Administrasi dari STAIN Jember
E-Mail: diambangfajar@plasa.com

Comments:
Pendidikan tinggi yang berbasiskan islam seperti STAIN Jember, semestinya dapat menjadi tauladan bagi PT yang lain dalam membangun dunia pendidikan yang bersih dari Korupsi, tapi kenyataannya di STAIN jember justru menjadi sarang para koruptor2 kakap, bagi yang peduli informasi lengkapnya silahkan kirim e-mail ke kami
Date: 17 Juni 2005


Name: paehan aink
Saya: Staf Administrasi dari shipping company
E-Mail: diseric@yahoo.com

Comments:
Korupsi merupakan sumber penghasilan yang bisa dianggap halal, dan Indonesia sendiri menjadi terpandang oleh negara lain dengan korupsi ini. Kenapa orang lain yang tidak kebagian teriak teriak pemberantasan korupsi? itu kan sikap munafik! korupsi kan sudah menjadi kebanggaan dan kebudayaan negeri kita, aparat hukum sendiri banyak yang ikut menikmati hasil korupsi. Menurut saya jika korupsi dilakukan untuk menghidupi anak istri dan menambah kekayaan untuk menaikkan martabat di masyarakat sekitar tidak apa2. Asal jangan lupa sedekah dan zakatnya
Date: 24 juni 2005


Name: Wulan Sulastri Ami
Saya: Konsultan dari Jakarta
E-Mail: wulan_sulastri_ami@yahoo.com

Comments:
Dengan hormat,
Halo pengelola situs ini. Kebetulan saya mampir di situs ini,jadinya saya pengen ngeluarin uneg-uneg, agar masyarakat tahu bahwa para pimpinan bangsa ini ternyata masih nggak mau berubah, padahal presidennya udah lumayan sip. Ok deh tulisan saya terpaksa panjang, tapi nggak masalah kok, kalau pengelola situs ini akan mengeditnya (mememdekkannya). Nggak di-publis (nggak ditampilkan) di situs ini pun juga nggak masalah .... hehehehe. Yang penting saya udah mengeluarkan uneg-uneg ini.

Setiap masalah, solusi terbaiknya selalu ada dalam masalah itu sendiri.
Saat ini ada masalah :
1. Semakin tidak terjangkaunya biaya di pendidikan tinggi,
2. Penghasilan dosen terasa semakin nggak cukup,
3. PTS/PTN yang makin susah mengembangkan diri karena semakin tinggi kebutuhan operasional pengajaran. Boro-boro untuk penelitian, buat penggajian saja sebagian besar makin kesulitan.
4. Kualitas dosen yang sangat lambat peningkatannya, karena terlalu sibuk ngajar (ngejar setoran) dan tidak punya waktu lagi untuk melakukan penelitian.
5. Kualitas lulusannya juga gitu (terutama lulusan S1). Coba deh tanya pada mereka yang baru lulus. Ilmu dan Pengetahuan apa saja yang masih mereka ingat saat kuliah. Rata-rata jawabannya sama ..., praktis hanya ingat satu-dua mata kuliah saja. Dan itu lumrah, karena untuk manusia normal ... gimana mau ingat dengan mantap, kalau setiap semester dijejali dengan 18-24 sks. Emang kacau kurikulum di Indonesia ini.
6. Praktis mahasiswa di Indonesia hampir tidak pernah mengadakan penelitian saat kuliah, paling-paling dilakukan disaat membuat skripsi / tugas akhir. Itu pun lebih banyak ke "ala kadarnya".
7. Beberapa PTS yang masih memiliki KOMITMEN SOSIAL, mulai mencoba membantu masyarakat agar biaya pendidikannya terjangkau. Ada yang mencari donatur, ada yang biaya pendidikannya dapat dikredit tanpa agunan dan tanpa bunga, bisa diangsur bulanan semampunya, dsb-nya. Yang membuat saya prihatin, justru DIKTINYA (DIRJEN DIKTI). Disaat beberapa PTS berusaha "MEMURAHKAN (Membuat Biaya Pendidikannya menjadi terjangkau masyarakat)" Eh ... beliau ini menulis disitusnya DIKTI .. "bahwa hati-hati terhadap PTS yang biayanya murah dsb-dsbnya". Coba deh .. kunjungi situs DIKTI, sampai hari ini masih tertulis kalimat-kalimat itu .... emang bener-bener ... anu ... kok.
8. Beberapa PTS yang kebetulan jumlah mahasiswanya lumayan banyak, saat ini mulai kesulitan mengembangkan kampusnya agar daya tampungnya meningkat.
9. Lulusan S1 kita saat melanjutkan S2 ke luar negeri, hampir 100 % selalu dianggap (hanya diakui) baru menyelesaikan D3. Ini realita.
10. Lucunya ... lulusan S1 luar negeri, disini cenderung setara dengan S2. Wah ... wah ... wah, pejabat kita emang minder-minder kok. Profesor doktor ... tapi minder ... hehehehe, nggak semuanya lho, hanya sebagian saja (iyaa.. sebagian besar tapi, hehehehe).
11. Dst-nya ... dst-nya.

APA SOLUSINYA ?
Sebenarnya para pejabat dan pimpinan DIKTI, DEPDIKNAS, BALITBANG, APTISI, DEPAG, DEPKEU, udah pada tahu solusinya.
Apa buktinya kalau mereka udah pada tahu ?
Buktinya adalah : saat RPP DIKTI (Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Pendidikan Tinggi) awal-awal disusun, sudah lumayan bagus dan menyelesaikan semua masalah di atas. Khususnya dalam hal BEBAN STUDI Program S1, D-IV, D-III, D-II, D-I yang dibuat sama dengan mancanegara.

a. Untuk S1 (Sarjana) dan D-IV yang tadinya di Peraturan lama, beban studinya minimal 144 sks. Maka di RPP DIKTI yang baru telah disesuaikan menjadi 120 sks.
b. untuk D-III semula 110 sks, disesuaikan menjadi 90 sks
c. D-II semula 72 sks, disesuaikan menjadi 60 sks
d. D-I semula 36 sks, disesuaikan menjadi 30 sks

RPP tersebut telah diseminarkan (secara terbatas), dan sebagian sivitas akademika yang mengetahuinya sangat bergembira dengan "keberanian" pemerintah untuk berubah dan men-sejajar-kan diri dengan pendidikan tinggi di mancanegara. Sekaligus semua masalah di atas dapat teratasi.

Dengan Beban Studi yang menciut (menjadi normal), maka otomatis :
1. Biaya pendidikan tinggi menjadi lebih murah, karena komponen terbesar biaya pendidikan terletak pada beban biaya per SKS. Jadi kalau SKS-nya turun otomatis biaya studi juga turun dan menjadi terjangkau.
2. Penghasilan dosen apa menajd berkurang ? Jelas tidak kalau PTS/PTN nya mampu merencanakan dengan baik. Misal, tadinya per SKS = 50 ribu, maka naikan saja menjadi 55 ribu. Secara total biayanya masih lebih murah karena total SKS nya menurun. Dan penghasilan dosen per SKS akan meningkat. Yach ... bisa dihitung dengan mudah kok.
3. PTS/PTN lebih mudah mengembangkan diri, karena biaya operasional pengajaran menjadi berkurang (secara total), dan pendapatan PTS/PTN sebenarnya juga berkurang, namun saldonya justru membesar. Misalnya tadinya Pendapatan setahun 10 Milyar lalu operasional pengajaran 8 milyar. Maka dengan menurunnya beban studi, pendapatan setahun menjadi 9 milyar dan operasional pengajaran menjadi 6 miyar. Saldonya khan nambah 1 milyar.
4. Dosen akan mempunyai banyak waktu sehingga mendorongnya melakukan penelitian, lebih-lebih kalau insentifnya besar.
5. Kualitas lulusan jelas mantap, karena beban mahasiswa hanya 12-15 sKS per Semester. Sehingga daya serapnya jadi sip.
6. Dan mahasiswa juga punya waktu untuk turut aktif meneliti bersama dosen.
7. Membuat DIKTI menjadi tersadar (bagun dari mimpinya).
8,9,10. Jelas terselesaikan, karena memang ini solusinya.

TAPI ... TAPI .... entahlah, Draft RPP DIKTI yang sekarang beredar dan akan ditandatangani Presiden .... kok berubah lagi menjadi seperti peraturan yang lama. Yaitu Beban Studi S1 tetap 144 SKS, dstnya.

Atas desakan rekan-rekan di PTS (khususnya yang peduli terhadap kemajuan bangsa ini, terhadap betapa menderitanya rakyat kita yang "nrimo" ini). Hal-hal di atas ini pernah saya tulis dan kirimkan ke TIM PERUMUS RPP tersebut dengan tembusan ke Pimpinan/Pejabat lainnya. Dan sudah saya cek bahwa tulisan sekaligus protes saya sudah sampai ditangan mereka. Tapi entahlah ... kok kenyatannya Draft RPP yang baru tetap seperti peraturan lama.

Pertanyaan saya ... Sadarkah mereka ...bahwa mereka "telah melakukan KORUPSI terhadap bangsa ini, terhadap masyarakat".

Kenapa ? Jelas khan ... seharusnya masyarakat tidak mebayar mahal untuk kuliah, menjadi harus membayar uang yang sebenarnya sia-sia tersebut.

Seharusnya daya tampung PTN dan PTS meningkat 27 % sehingga masyarakat yang terserap/tertampung juga meningkat.
Dsb-nya ...., apa semua itu bukan KORUPSI ?

Belum lagi soal anggaran proyek, dapat menjadi lebih ringkas dan tidak ruwet. Tapi emang pejabat kita ini suka yang ruwet-ruwet, sehingga mudah menyelewengkannya.

Ok deh segitu aja. Kebanyakan yaa ... hehehehe.
Thanks dan Salam.
Wulan Sulastri Ami.
(Konsultan Pendidikan Tinggi)
Date: 25 Juni 2005


Name: Ari
Saya: Mahasiswi dari sebuah PTN di Surabaya
E-Mail: arey_1003@yahoo.com

Comments:
'sakitnya'pendidikan kita memang sudah cukup parah. seperti kampus saya sekarang yang statusnya belum BHMN saja sudah berani patok 'harga' pendidikan yang lumayan membuat ngiler.

pantaskah kampus yang (katanya) kawah candradimukanya para pemikir dan cendikiawan menjadi ajangnya diskriminasi dan semakin memiliki reputasi sebagai menara gading. sekarang di kampus telah ada gap antara mahasiswa reguler dengan yang ekstensi, saya tidak tahu bagaimana kadar 'kesehatan' kampus ini sebagai sarana untuk belajar dan mengembangkan diri saat ini.
Date: 15 Juli 2005


Name: error
Saya: Mahasiswa dari jakarta
E-Mail: obesickmind@yahoo.com

Comments:
korupsi itu.......
bangsat dan tidak berprikemanusian...
makan hak orang miskin.....
gw harap orang yg korusi di hukum mati..dan terbakar di neraka yg paling dalam.....
die....u die koruptor!!!!
Date: 7 agustus 2005


Name: eka
Saya: Siswi dari sma negeri 5 bogor
E-Mail: mizz_milan22@yahoo.com

Comments:
saya minta kasus korupsi di bidang pendidikan di tanggulangi lebih lanjut dan cermat. dan jangan sampai kembali menjadi kasus yang terabaikan dan tidak di tangani dengan jelas, karena kasus ini meresahkan banyak orang terutama pelajar
Date: 22 agustus 2005


Name: Marcellino Mavino
Saya: Wartawan dari Tabloid Umum Media Kota
E-Mail: pemburu_koruptor@yahoo.com

Comments:
Ibu pertiwi menangis, Indonesia tak lagi 'gemah ripah loh jinawi'. Bagaimana tidak? Kesejahteraan rakyat yang menjadi hak mereka terampas sudah oleh pembesar-pembesar negeri ini. Bahkan di daerah terjangkit virus yang bernama 'koruptor'.

Pegawi Negeri Sipil di Kota Tegal banyak yang sudah tertular virus ini, namun apa tindakan kaum yudikatifnya? NOL besar!

PNS adalah Abdi Negara. Abdi=pelayan, Negara itu sendiri milik rakyat. Jadi dapat disimpulkan bahwa PNS adalah pelayannya rakyat.

Namun yang terjadi bukanlah demikian, ketika musim proyek yang alokasi dananya berasal dari APBD=uang rakyat, menjadi makanan empuk bagi pejabat teras pemerintah kota Tegal.

1. Kasus Mark Up Proyek Pembangunan Pasar Pagi Kota Tegal seluas kurang lebih 8000meter persegi telah menelan dana hingga 16,2 Milyar rupiah, yang seharusnya hanya menelan dana 10 Milyar rupiah saja sudah selevel dengan mall ternama di kota Tegal.

2. Penggelapan dana sewa kios pedagang pasar pagi Tegal, yang dilakukan oleh ...... kota Tegal, ....... Disamping itu pihaknya juga telah menggelapkan dana bagi hasil pajak daerah yang merupakan temuan dari BPK. Menurut keterangan Auditor ..... Hingga sekarang kasus itu tak kunjung terungkap, bahkan terkesan aparat .....

3. Kasus Jalan Lingkar Utara (JALINGKUT) yang merupakan kelalaian kepala daerah/Walikota Tegal, ..... Dimana pihaknya mengeluarkan SK pembebasan tanah untuk proyek jalingkut dengan SK yang sama untuk membebaskan 13 lokasi pembebasan tanah sebelumnya dan untuk proyek yang berbeda. Namun demikian Kejaksaan Negeri Kota Tegal tidak mengusut dengan tuntas.
Date: 19 November 2005


Name: Marcellino Mavino
Saya: Wartawan dari Media Kota, Tegal
E-Mail: pemburu_koruptor@yahoo.com

Comments:
Saya mengajak anda semua untuk bersatu padu membasmi korupsi, jangan takut terintimidasi apabila anda mencoba menguak dugaan kasus korupsi, karena peran serta masyarakat dalam memberantas virus korupsi dijamin dan dilindungi oleh Undang-Undang.

Untuk itu, mengapa kita ragu membasmi perilaku jahat tikus-tikus berdasi, tikus-tikus yang mengaku dirinya abdi negara.

Wahai rakyat Indonesia bersatulah!!

Kita buru habis Koruptor!!

Tapi ingat, bersihkan dulu hati nurani kita, dan jangan menggunakan kekerasan dan tindakan-tindakan anarkis!! Memburu koruptor sama halnya dengan beribadah.
Date: 19 November 2005


Name: soleh
Saya: Pegawai Negeri dari jogja
E-Mail:

Comments:
Saya pernah dengar atau baca kalo Pak SBY membentuk Satgas Reformasi Birokrasi, tapi sampai sekarang kok gak ada beritanya lagi. Gak ada tindakan nyata !! Pungli, Mark Up Anggaran, KKN, proyek fiktif, dlsb masih jalan terus pak !
Date: 2 Desember 2005


Name: Wawan
Saya: Masyarakat dari yogyakarta
E-Mail:

Comments:
Saya tak habis pikir, tak henti-hentinya orang membicarakan dampak dan penanggulangan korupsi, tetapi juga tak berhenti juga orang melakukan korupsi !

KPK itu apa hanya ada di pusat saja ? gimana dengan di daerah-daerah, apakah ada KPKD ? Sebenarnya untuk mengawasi instansi pemerintah kan sudah ada lembaga pemeriksa di masing-masing instansi, Bawasda, BPKP/BPK kok sepertinya melempem ?
Date: 2 Desember 2005


Name: paijo
Saya: Masyarakat dari jogja
E-Mail: paijo@elek.com

Comments:
Yth. Admin atau Moderator
Apakah saran dari masyarakat yang terpasang di sini ada tindak lanjutnya ?? Kalo nggak percuma saja kita ngasih saran, terima kasih.
PAIJO

Terima kasih,
Sebenarnya, sesuatu yang sudah paling merubah dan mengatasi tidakkeadilan "injustice" di dunia adalah suara-suara masyarakat. Coba membaca bagian kita mengenai Gandhi. Setiap suara masyarakat adalah satu step. Kalau satu suara, dari satu orang, "Gandhi" dapat merubah pikirannya di ratusan juta orang, bagaimana kita dapat omong "percuma"? Banyak orang dari latar belakang yang lain juga membaca website dan tulisan anda, termasuk pegawai negeri. Sebetulnya banyak sekali pegawai negeri yang "bersifat jujur" juga ingin kita memberantas korupsi, dan Kita harus berjuang bersama!

Memang, itu hanya "masyarakat Indonesia" yang dapat memperbaiki keadaan di negara kita, dan "masyarakat" adalah suara-suara dari setiap orang masing-masing, semua dapat dihitung.

Dengan prinsip ini, seharusnya orang-orang di forum begini, kontak orang-orang lain yang pikirannya sama dan membuat strategi untuk bersuara atau bergerak bersama.
"Tindak lanjutnya" begini menjaga kita tetap demokratik.
Salam Hormat & Selamat Berjuang Bersama!

Phillip R. (Webmaster)

Date: 2 Desember 2005


Name: s budiutomo
Saya: Pengamat dari semarang
E-Mail: syifabudi@plasa.com
Type of Input:
Comments:
problem dasar yang dihadapi bangsa hingga saat ini adalah "kanker KKN". penyembuhannya gampang-gampang susah dan susah-susah gampang, yakni: ganti orang di jajaran birokrasi. selama orang-orangny warisan masa lalu, sulit rasanya untuk memperbaiki sistem yang sudah acakadut ini. terima kasih.
Date: 21 desember 2005


Name: lexy rambadeta
Saya: Masyarakat dari jakarta
E-Mail: lexy@offstream.net

Comments:
dimanakah saya bisa mendapatkan informasi mengenai praktik-praktik korupsi di bidang kesehatan? aktivitas korupsi sehari-hari yang merugikan masyarakat banyak. bisakah saya mendapatkan informasi mengenai modus dan lokasi-lokasinya di jakarta?
terimakasih
Date: 10 januari 2006


Name: naja js
Saya: Wartawan dari Fajar Group
E-Mail: naja_palopo@yahoo.com

Comments:
forum ini membuka ruang untuk berbicara soal korupsi
Date: 12-1-2006


Name: Joe
Saya: Masyarakat dari Kab. Seruyan Kalimantan TengaH
E-Mail: big_joe77@lycos.com

Comments:
Bupati di kab. ....., tidak pernah lulus sekolah dasar tapi bisa menjadi bupati.
Pernah diperiksa Kepolisian tetapi kasusnya di SP-3 kan.
Sudah merupakan rahasia umum di daerah kami tentang hal ini.
Akibat Borok tersebut, dia (Bupati) harus mengirimkan upeti kepada Kepolisian dan Kejaksaan.
Mengakibatkan korupsi dilakukan di setiap dinas. Mulai dari Proyek fiktif sampai Mark Up Pengadaan Barang.
Saya Mempunyai bukti konkrit, bagi yang ingin mengusut tuntas korupsi bupati.
Laporan sudah sampai ke KPK dan Mendagri, Antriannya terlalu panjang dan tidak ada kabar beritanya.
Date: 4 Feb 2006


Name: ween nanto
Saya: Masyarakat dari Blora
E-Mail: soero80@yahoo.co.id

Comments:
Banyak tersangka bebas bukan karena telah selesai masa hukuman tetapi karena telah selesai hitungan uang yang disetorkan, apalagi pejabat.

Mau jadi apa saja harus setor glondong pangareng- areng alias upeti, kalau nggak jangan berharap dapat posisi. DPR buat UU untuk kesejahteraan rakyat sulitnya minta ampun, giliran kenaikan gaji langsung disetujui. Kalau dibilang korupsi mana bisa kan ada aturanya, dibilang gak korupsi kok bikin sengsara rakyat. Korupsi jadi gak bisa disebut korupsi .....mana yang benar?????

Wakil rakyat kok sengsarakan rakyat, katanya berjuang atas nama rakyat. Lihat saja mereka gak bisa negosiasi, bogem mentah pun melayang, apa bedanya dengan preman jalanan. Waduh tambah makin bingung, DPR itu wakil rakyat, pencari pesugihan, atau preman mana yang benar???????
KORUPSIIIIII.......gimana berantasnya??????
Date: 03 Maret 2007


Name: bamz dwi
Saya: Mahasiswa dari tegal
E-Mail: bandit_fttui@yahoo.com

Comments:
korupsi adalh penyakit masyarakat yang tidak bisa di hapus di indonesia. koropsi menyebabkan kemiskinan, kebodohan, dan kebobrokan moral masyarakat.
Date: 6-april-2007


Name: andi
Saya: Masyarakat dari pekanbaru
E-Mail: ndi_kurt@yahoo.co.id

Comments:
korupsi anggaran pendidikan, mark up atau apapun namanya yang merampok uang bagi kelangsungan pendidikan namanya merampas masa depan anak cucu kita. Ada yang mau beri masukan tentang praktik korupsi, modus, dugaan aksi-aksi korupsi di Riau dan segala sesuatu yang berhubungan dengan korupsi dana pendidikan di riau?
Date: 8 april 2007


Name: desi edowai
Saya: Mahasiswi dari UNSRAT
E-Mail: ides_2212@yahoo.com

Comments:
korupsi, saya rasa korupsi sudah menjadi budaya. bukan hanya dijangkit oleh orang-orang "kelas atas" tetapi semua lapisan masyarakat. korupsi dapat mengakibatkan, bencana diatas bencana. oleh karena itu, budaya korupsi harus dimusnahkan dan dapat dimulai dari keluarga. dimana peran orang tua terhadap anak sebagai penerus bangsa sagatlah penting. selain itu, perlu juga didukung dari pendidikan dan keagamaan. orang-orang korupsi adalah orang yang tidak waras atau gila, karena mereka tidak berpikir dengan akal sehat.
Date: 11 April 2007



Mengunjungi eGroup "Korupsi" Baru 27/8/2007


Mengunjungi:
Aspirasi Pendidikan Kita
Kunjungi Korupsi Org
Pendidikan Network Indonesia
Pendidikan Network

Untuk yang Peduli Pendidikan
HOME