|
Mengapa kami membuat Website Anti-Korupsi?
Yang pertama, kami ingin mendukung
Pemerintah Indonesia dan Policy
Anti-Korupsinya.
Yang kedua, kami di Pendidikan Network terima
pertanyaan-pertanyaan setiap hari mengenai
"mengapa pendidikan dapat terus lebih mahal
tetapi kelihatannya tidak lebih bermutu".
Memang banyak orang merasa bahwa mereka
mengerti masalah-masalahnya dan menyebutkan
solusinya, misalnya:
-
Sekolah dan kampus harus
menurunkan biayanya - Bagaimana mungkin?
Sebetulnya pendidikan di negara ini sudah
relatif murah, apa lagi dibanding negara lain,
dan kita perlu meningkatkan mutu lebih dari yang
sekarang.
-
Mengganti sistem - Mengganti
sistem 1000 kali juga tidak efektif karena bukan
salah sistemnya, sistem adalah kambing hitam
(scapegoat).
-
Memakai Sistem Agama - Kalau
begitu mengapa kebanyakan orang yang ingin
pendidikan yang lebih bermutu memilih negara
barat?
-
Meningkatkan kemampuan Guru -
Dengan kesejahteran yang sangat rendah, dan
suasana yang tidak memberi semangat, kemajuannya
sangat terbatas.
Kita selalu membahas soal-soal
yang sebenarnya hanya hal-samping, tetapi
masalah utama adalah korupsi, dan hal-hal
yang disebut di atas sebenarnya bukan masalah
terpenting. Dengan korupsi yang memakan sampai 30% dari anggaran total
negara (apakah ini termasuk semua "markup biaya"
dan gaji-gaji pegawai negeri yang
tidak-produktif).
"Wuih... Indonesia Terkorup,
Singapura Terbersih"
"Pemerintah harus punya prioritas
dalam pemberantasan korupsi. Mana yang mau
dibersihkan dulu? Kalau mau hasil survei
bagus, perbaiki pelayanan pada bisnis. Pemerintah
jangan cuma berkomitmen secara verbal," ujar
Danang. (MON/ANA) Re: "Mana yang mau
dibersihkan dulu?"
Semoga DepDikNas dan Dinas
Pendidikan!
"KPK Minta Diknas Adakan
Pendidikan Antikorupsi"
Apakah ini tidak sangat
ironis?
Bukan anak-anak sekolah yang
melakukan korupsi!
Mereka menjadi
korbannya! (Dan sangat mengerti
masalah korupsi, kan?)
Bukan maling yang
dibenarkan, tetapi korbannya!
Lucu
???
Yang perlu dididik
(dibenarkan) siapa?
Koruptor-Koruptor Sibuk
Mencuri Uang Di
Kantor
Tetapi
"KPK Kampanye Antikorupsi di
Mal"
Mengapa???
Apakah
supaya tidak menggangu koruptor???
Ayo KPK, Mohon Serius!
Kelihatannya masih banyak
daerah yang belum mendengar suara Presiden
kita! "Presiden: Jangan Ada Lagi Gedung
Sekolah Rusak"
"Atap Sekolah Runtuh, 10 Siswa
Terluka"
"Trauma, Murid dan Guru Enggan
Gunakan Sekolah Ambruk"
"Bangunan SD Inpres Lama
Sebaiknya Direnovasi"
Apakah kita lagi menunggu
bencana seperti di Haiti sebelum DepDikNas akan
serius mengenai Keamanan Anak-Anak dan Guru di
Sekolah? (Haiti: "Korban
Tewas Sekolah Ambruk 82 Siswa") Lanjutan Ambruk.Com
Apakah, masalah banyak sekolah
ambruk juga terkait dengan korupsi?
Mungkin Kita
Dapat Belajar Dari Irak dan China!
"Irak Pecat 62.000 Pegawai Karena
Korupsi"
"881.000 Pejabat China Dihukum"
Mengapa
Indonesia Tidak
Bisa?
Di negara kaya, seperti
Indonesia, pendidikan sampai tamat sekolah
menengah seharusnya gratis (biayanya dari
pemerintah). Pendidikan adalah hal yang paling
penting di negara yang sedang berkembang.
Kalau sumber alam di kelola dengan baik, dan
dengan tanah yang subur di mana-mana, seharusnya
negara ini termasuk yang paling kaya di Asia
Tenggara. Tetapi kalau kita melihat hal
pendidikan, masyarakat terus meminta beasiswa
dan biaya pendidikan seperti pengemis di pinggir
jalan.
Pada waktu tahun 70an sampai
80an keadaan pendidikan di Indonesia dan Malaysia
tidak begitu berbeda dan beberapa guru dari
Indonesia dibawa ke Malaysia untuk membantu.
Sekarang pendidikan di Malaysia termasuk yang
paling baik di dunia, tetapi Indonesia tidak maju
dan sekarang biaya pendidikan yang bermutu
rendah saja sudah mulai menjadi di luar jangkauan
kebanyakan masyarakat di Indonesia.
Kita dapat membahas soal-soal yang lain
tetapi kita tidak dapat berharap akan ada
kemajuan yang signifikan sampai pendidikan
mendapat alokasi paling sedikit 20% dari anggaran
negara "tanpa disentuh tangan
koruptor rakus".
"Korupsi
Virus Harus Ditemukan Obatnya" - Virus? Bukan Lingkungan Maling yang Perlu
diHukum? Silakan Memaca!
Membaca
 "Indonesia,
Negeri yang Selalu Kalah"
 Perpustakaan dan
Pojok Antikorupsi
Membaca dan
tambah suara
anda:. |