Modus Korupsi di Dunia Pendidikan Tidak
Berubah
JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia
Corruption Watch (ICW) menilai, modus korupsi di
dunia pendidikan sejak tahun 1999 hingga 2011 tidak
mengalami perubahan. Hal itu diungkapkan Koordinator
Monitoring Pelayanan Publik ICW Febri Hendri, dalam
jumpa pers di Kantor ICW, Jakarta Selatan, Kamis
(12/1/2012).
Ia mengatakan, dalam waktu
kurang lebih 12 tahun itu, terdapat 233 kasus korupsi di
dunia pendidikan yang masuk pada tahap penyidikan masih
menggunakan modus serupa dalam praktiknya. Penyimpangan
anggaran, mark up, dan penggelapan merupakan modus yang
mendominasi praktik korupsi di dunia pendidikan.
Dari ketiga modus tersebut, penyimpangan
anggaran adalah modus yang paling banyak merugikan
negara, yaitu Rp 98,3 miliar dari 8 kasus yang
ditemukan. Febri menjelaskan, penyimpangan anggaran
kerap dilakukan oleh pemegang kewenangan pengelolaan
anggaran pendidikan......
Penindakan Hukum Kasus Korupsi
Pendidikan Lemah
JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia
Corruption Watch (ICW) mengungkapkan bahwa penindakan
hukum pada kasus korupsi yang terjadi di dunia
pendidikan terus menurun. Hal itu terjadi justru di
tengah meningkatnya potensi korupsi dalam dunia
pendidikan itu sendiri.
Koordinator Monitoring
Pelayanan Publik ICW Febri Hendri mengatakan, separuh
dari seluruh kasus korupsi di dunia pendidikan tidak
jelas perkembangannya. Padahal, kasus tersebut telah
masuk pada tahap penyidikan yang juga melibatkan
kepolisian dan kejaksaan.
Berdasarkan data
ICW, medio tahun 1999-2011 terdapat 233 kasus korupsi di
dunia pendidikan yang telah masuk dalam tahap
penyidikan.
Semua kasus itu sudah merugikan
negara dan ada tersangkanya, kata Febri, Kamis
(12/1/2012), di Jakarta.
Meski demikian, kata
dia, penindakan kasus korupsi di dunia pendidikan sempat
mencapai puncaknya pada 2008, dengan menindak 73 kasus
yang menelan kerugian negara mencapai Rp 144,1 miliar.
Setelah tahun 2008, penindakan kasus-kasus
korupsi di dunia pendidikan terus menurun. Pada 2009,
hanya 46 kasus korupsi yang ditangani, dengan kerugian
negara sebesar Rp 68,1 miliar. Sementara, tahun 2010
jumlah kasus yang ditindak mengalami peningkatan menjadi
55 kasus. Akan tetapi, nominal kerugian negara lebih
kecil dari tahun sebelumnya, yaitu Rp 18,1 miliar.
Jumlah kasus dan angka kerugian negara pada
tahun lalu jauh lebih menurun. Negara mengalami kerugian
Rp 5,8 miliar dari 18 kasus korupsi yang telah ditindak.
Seluruh kasus sepenuhnya ditangani di tiga
lembaga penegak hukum, yakni kepolisian, kejaksaan dan
pengadilan. Dengan rincian, 169 kasus masih ditangani di
kejaksaan (jumlah kerugian Rp 231 miliar). Lalu, 44
kasus di kepolisian, dengan jumlah kerugian Rp 52,7
miliar. Sementara, pengadilan telah menangani 20 kasus
dengan jumlah kerugian negara mencapai Rp 21,6 miliar.
Sayangnya, ungkap Febri, kasus-kasus tersebut
tidak jelas penanganannya. Di Kejaksaan, 57,4 persen
kasus tidak jelas kelanjutannya.....
Ini Wilayah Rawan Korupsi Anggaran
Pendidikan
JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia
Corruption Watch mencatat, dalam rentang 1999-2011
terdapat 233 kasus dugaan korupsi di ranah pendidikan
yang telah masuk tahapan penyidikan. Dari 233 kasus
tersebut, wilayah anggaran pendidikan mana yang di
dalamnya terjadi praktik korupsi paling besar?
Koordinator Monitoring Pelayanan Publik ICW
Febri Hendri menyebutkan, dari 233 kasus dugaan korupsi
di dunia pendidikan, Dana Alokasi Khusus (DAK) merupakan
oyjek paling besar yang diduga telah dikorupsi. Hingga
Desember 2011, setidaknya terdapat 87 kasus dan
menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 138,2 miliar.
Tingginya korupsi DAK pantas terjadi karena
melibatkan dana besar yang dikucurkan. Banyak pihak
terlibat dalam penetapan besaran alokasi yang diterima
daerah, distribusi, dan pengadaannya, kata Febri, Kamis
(12/1/2012), di Kantor ICW, Kalibata, Jakarta
Selatan.
Sementara, obyek terbesar kedua
yang menjadi sasaran korupsi di dunia pendidikan adalah
dana pengadaan buku dan komputer. Meski hanya 14 kasus,
kerugian negara yang ditimbulkan oleh kedua obyek
tersebut mencapai Rp 88 miliar.
"Melawan Korupsi, Membangun Demokrasi
di Sekolah" (Program Anti-Korupsi ALa
Kemendiknas)
"Sekolah Harapan, Sekolah Bebas
Korupsi" dan Diskusi "Melawan Korupsi, Membangun
Demokrasi di Sekolah". Rabu, 9 Pebruari, Jam 1 Siang di
Gedung A Lt.III, Kemendiknas. Narasumber : Fasli Jalal
(Wakil Mendiknas), Teten Masduki (Sekjen TII), Ani
Sutjipto (Fisip UI), Gino Vanollie (Kadis pendidikan Way
Kanan), Ade Manadin (Kepsek Tegal Gede 2-Garut) :
Informasi oleh Pak Edi Subkhan.
|
|
STRATEGI: Mengulangkan
program lama (MBS dari tahun 1990an) yang sampai
saat ini Kemendiknas gagal mengimplementasikan secara
nasional, yang mungkin terhambat karena "Korupsi terjadi
di semua tingkatan dari KemenDikNas, Dinas Pendidikan,
hingga Sekolah" (ICW) "Dinas pendidikan telah menjadi
institusi paling korup dan menjadi isntitusi penyumbang
koruptor pendidikan terbesar dibanding dengan institusi
lainnya." (ICW: Analisis 5 Tahun Pemberantasan
Korupsi Pendidikan).
Sistem Manajemen Berbasis-Sekolah (MBS)
yang adalah sangat baik, hanya dapat
diimplementasikan secara nasional dan efektif oleh
Manajemen di Pusat (Kemendiknas) yang "Bersih"
dan "Profesional" (Peran utama adalah merencanakan,
menkoordinasikan dan memonitor dengan tegas, maupun
menjaga anggaran untuk program-nya tidak di-Korupsikan
juga), yang di-Implementasikan oleh Dinas Pendidikan
yang "Bersih", "Berdedikasi", dan "Profesional"
(Bebas dari Korupsi dan Siap Mental untuk mendukung
Sekolah-Sekolahnya).
Bagaimana
Mungkin Program Ini Dapat Berhasil Sebelum Kemendiknas
dan Dinas Pendidikan diBersihkan Duluan? Menurut kami
program ini adalah salah satu indikator signifikan bahwa
Kemendiknas belum serius mengenai memberantas korupsi di
Dunia Pendidikan Kita.
Dari respons ke
pertanyaan saya ke Panel hari Rabu termasuk Pak
Fasli Jalal - Wakil Mendiknas, "Kapan Kita akan mulai
memberantaskan korupsi di Kemendiknas dan Dinas
Pendidikan?" - yang tidak dijawab, kami hanya
dapat kira bahwa pertanyaan-nya tidak dapat dijawab
(atau tidak ingin dijawab). Padahal ini isu yang paling penting
kalau Kemendiknas serius mengenai memberantaskan
korupsi.
Menurut kami: Program baru ini (yang
sebenarnya tidak baru) kayaknya hanya adalah salah
satu konsep lagi yang tanpa memberantas korupsi di
Kemendiknas dan Dinas Pendidikan duluan tidak dapat
diangap sebagai solusi secara nasional yang serius.
Maupun kalau menjadi "proyek" mungkin dapat membuka
kesempatan untuk korupsi skala besar kalau Kemendiknas
tidak tegas memonitor anggaran-nya.
Kalau kita hanya
mencari kesibukan di dunia tikus kecil (Sekolah -
Yang adalah korban
juga), pasti tikus-tikus besar akan makin
senang karena mereka juga tahu bahwa perbaikan di
tingkat sekolah tidak bisa dilaksanakan secara nasional
dan efektif tanpa manajemen yang bermutu dan bersih di
Kemendiknas dan Dinas Pendidikan. Jadi kesibukan-nya di
sekolah tidak akan berakhir, dan tikus-tikus besar tidak akan
diganggu.
Apakah bergerak di tingkat
sekolah saja akan efektif menghadapi isu "Dinas
pendidikan telah menjadi institusi paling korup dan
menjadi isntitusi penyumbang koruptor pendidikan
terbesar dibanding dengan institusi lainnya." ICW: Analisis 5 Tahun Korupsi
Pendidikan
Bagaimana kalau sekolah yang
sudah bersih ingin melawan atau melaporkan korupsi di
tingkat Dinas Pendidikan atau Kemendiknas, melapor ke
mana?
Salam Pendidikan Phillip Rekdale
(Jakarta)
| Kasus Dugaan Korupsi RSBI
JAKARTA, KOMPAS.com - ICW
(Indonesia Corruption Watch) terus melakukan upaya
dan proses hukum terhadap kasus dugaan korupsi di
Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional atau RSBI
SDN 12 Jakarta. Sampai detik ini, ICW belum
mendapat jawaban dari pihak berwajib atas laporan
kasus dugaan korupsi tersebut. Dugaan Korupsi di Sektor
Pendidikan Capai 852,7 Miliar
JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia
Corruption Watch (ICW) bersama Koalisi Pendidikan
datang ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk
melaporkan temuan dugaan korupsi di sektor
pendidikan. Nilainya mencapai Rp. 852,7
miliar. Korupsi
Dana Pendidikan, dari Dinas hingga Sekolah
JAKARTA, KOMPAS.com -
Penyelewengan dana pendidikan utamanya dilakukan
aparat dinas pendidikan di daerah dan sekolah.
Peluang penyelewengan dana pendidikan itu terutama
dalam alokasi dana rehabilitasi dan pengadaan
sarana prasarana sekolah serta dana operasional
sekolah. |
| Penindakan
Korupsi di Sektor Pendidikan Payah, Sangat
Rendah!
JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia
Corruption Watch (ICW) menyatakan, penindakan
kasus korupsi di sektor pendidikan masih sangat
rendah, antara lain karena penegak hukum terkesan
tidak terlalu serius dalam mengurus jenis kasus
korupsi bidang pendidikan. |
| Waduh...60
Persen Sekolah Tilap Dana BOS!
JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia
Corruption Watch (ICW) menyatakan, sekitar 60
persen dari sekolah yang menerima dana Bantuan
Operasional Sekolah (BOS) menyelewengkan dana yang
telah diberikan kepada masing-masing sekolah
tersebut. |
Mengapa kami membuat Website
Anti-Korupsi?
|
Yang pertama, kami
ingin mendukung Pemerintah Indonesia dan Policy
Anti-Korupsinya.
Yang kedua, kami di Pendidikan Network terima
pertanyaan-pertanyaan setiap hari mengenai
bagaimana pendidikan dapat lebih bermutu di
semua sektor pendidikan, dan lebih murah
(terjangkau) di sekolah menengah dan perguruan
tinggi.
Memang banyak orang merasa
bahwa mereka mengerti masalah-masalahnya dan
menyebutkan solusinya, misalnya:
-
Sekolah dan kampus harus
menurunkan biayanya - Bagaimana mungkin?
Sebetulnya pendidikan di negara ini sudah
relatif murah, apa lagi dibanding negara lain,
dan kita perlu meningkatkan mutu lebih dari yang
sekarang.
-
Mengganti sistem - Mengganti
sistem 1000 kali juga tidak efektif karena bukan
salah sistemnya, sistem adalah kambing hitam
(scapegoat).
-
Memakai Sistem Agama - Kalau
begitu mengapa kebanyakan orang yang ingin
pendidikan yang lebih bermutu memilih negara
barat?
-
Meningkatkan kemampuan Guru dan
Dosen - Dengan kesejahteran yang sangat rendah,
dan suasana yang tidak memberi semangat,
kemajuannya sangat terbatas.
Kita selalu membahas soal-soal
yang sebenarnya hanya hal-samping, tetapi
masalah utama adalah korupsi, dan hal-hal
yang disebut di atas sebenarnya bukan masalah
terpenting. Dengan korupsi yang memakan sampai 30% dari anggaran total
negara (apakah ini termasuk semua "markup biaya"
dan gaji-gaji pegawai negeri yang
tidak-produktif).
"Penilaian ini
diungkapkan Indonesia Corruption Watch (ICW),
mengamati kasus-kasus korupsi pendidikan yang
semakin lama semakin marak. ''Korupsi terjadi di semua
tingkatan dari Depdiknas, dinas pendidikan, hingga
sekolah,'' kata Ketua Divisi Monitoring
Pelayanan Publik (MPP) ICW, Ade Irawan."
"Koruptor Sekarang Tidak Lebih
Banyak dari Dahulu"
JAKARTA, KOMPAS.COM - "Calon
Presiden Jusuf Kalla menilai bahwa koruptor
dalam pemerintahan saat ini tidak lebih banyak
dari pemerintahan sebelumnya."
Apa maksudnya Pak Jusuf Kalla?
Apakah "koruptor dalam pemerintahan saat ini"
tidak lebih sedikit juga? Kalau begitu setelah 5 tahun
belum ada kemajuan, kan?
Bagaimana dengan Keuangan
Pemerintah? "BPK: Laporan Keuangan
Pemerintah
Buruk"
"Wuih... Indonesia Terkorup,
Singapura Terbersih"
"Pemerintah harus punya prioritas
dalam pemberantasan korupsi. Mana yang mau
dibersihkan dulu? Kalau mau hasil survei
bagus, perbaiki pelayanan pada bisnis. Pemerintah
jangan cuma berkomitmen secara verbal," ujar
Danang. (MON/ANA) Re: "Mana yang mau
dibersihkan dulu?"
Semoga DepDikNas dan Dinas
Pendidikan!
"KPK Minta Diknas Adakan
Pendidikan Antikorupsi"
Apakah ini tidak sangat
ironis?
Bukan anak-anak sekolah yang
melakukan korupsi!
Mereka menjadi
korbannya! (Dan sangat mengerti
masalah korupsi, kan?)
Bukan maling yang
dibenarkan, tetapi korbannya!
Lucu
???
Yang perlu dididik
(dibenarkan) siapa?
Koruptor-Koruptor Sibuk
Mencuri Uang Di
Kantor
Tetapi
"KPK Kampanye Antikorupsi di
Mal"
Mengapa???
Apakah
supaya tidak menggangu koruptor???
Ayo KPK, Mohon Serius!
Kelihatannya masih banyak
daerah yang belum mendengar suara Presiden
kita! "Presiden: Jangan Ada Lagi Gedung
Sekolah Rusak"
"Atap Sekolah Runtuh, 10 Siswa
Terluka"
"Trauma, Murid dan Guru Enggan
Gunakan Sekolah Ambruk"
"Bangunan SD Inpres Lama
Sebaiknya Direnovasi"
Apakah kita lagi menunggu
bencana seperti di Haiti sebelum DepDikNas akan
serius mengenai Keamanan Anak-Anak dan Guru di
Sekolah? (Haiti: "Korban
Tewas Sekolah Ambruk 82 Siswa") Lanjutan Ambruk.Com
Apakah, masalah banyak sekolah
ambruk juga terkait dengan korupsi?
Mungkin Kita
Dapat Belajar Dari Irak dan China!
"Irak Pecat 62.000 Pegawai Karena
Korupsi"
"881.000 Pejabat China Dihukum"
Mengapa
Indonesia Tidak
Bisa?
Di negara kaya, seperti
Indonesia, pendidikan sampai tamat sekolah
menengah seharusnya gratis (biayanya dari
pemerintah). Pendidikan adalah hal yang paling
penting di negara yang sedang berkembang.
Kalau sumber alam di kelola dengan baik, dan
dengan tanah yang subur di mana-mana, seharusnya
negara ini termasuk yang paling kaya di Asia
Tenggara. Tetapi kalau kita melihat hal
pendidikan, masyarakat terus meminta beasiswa
dan biaya pendidikan seperti pengemis di pinggir
jalan.
Pada waktu tahun 70an sampai
80an keadaan pendidikan di Indonesia dan Malaysia
tidak begitu berbeda dan beberapa guru dari
Indonesia dibawa ke Malaysia untuk membantu.
Sekarang pendidikan di Malaysia termasuk yang
paling baik di dunia, tetapi Indonesia tidak maju
dan sekarang biaya pendidikan yang bermutu
rendah saja sudah mulai menjadi di luar jangkauan
kebanyakan masyarakat di Indonesia.
Kita dapat membahas soal-soal yang lain
tetapi kita tidak dapat berharap akan ada
kemajuan yang signifikan sampai pendidikan
mendapat alokasi paling sedikit 20% dari anggaran
negara "tanpa disentuh tangan
koruptor rakus".
"Korupsi
Virus Harus Ditemukan Obatnya" - Virus? Bukan Lingkungan Maling yang Perlu
diHukum? Silakan Memaca!
Membaca
 "Indonesia, Negeri
yang Selalu Kalah"
 Perpustakaan dan Pojok
Antikorupsi
Membaca dan tambah
suara
anda:. |
Korupsi dan Moral
Bangsa Setiap hari kita membaca dan
mendengar saran-saran mengenai hal-hal moral
bangsa Indonesia. Yang sangat sering dikatakan
merusak moral anak bangsa kita adalah pornografi
dan judi. Tetapi hanya sedikit masyarakat terkait
dengan pornografi dan judi, dan biasanya yang
ingin saja. Di semua negara ada pornografi dan
judi. Mana yang benar?
|
Korupsi dan
Pendidikan Setiap hari kami (Pendidikan
Network) menerima puluhan pemintaan untuk beasiswa
atau bantuan finansial dari siswa/i dan
mahasiswa/i. Jumlah permintaan selalu meningkat di
bulan Juni sampai Oktober. Apalagi banyak
mahasiswa memprotes mengenai kenaikan biaya
pendidikan yang di luar jangkauan mereka. Mengapa
masyarakat harus menjadi pengemis?
|
Korupsi dan Sumber Daya Manusia
(SDM) Keadaan SDM di Indonesia termasuk
suatu hal yang sangat memprihatinkan. Biar
orangtua bekerja 24jam per hari agar anaknya dapat
lulus dari universitas, anaknya belum tentu
mendapat pekerjaan yang diharapkan kalau tidak
punya koneksi atau banyak uang.
|
Korupsi -
Informasi Informasi dan links tentang:
- kasus-kasus korupsi di Indonesia
- situs web yang lain yang anti-korupsi
- informasi dari luar negeri
|
Korupsi - Saran
Kita Anda dapat mengirim saran anda
mengenai hal-hal terkait dengan korupsi atau info
anda terhadap hal tersebut. Saran anda akan
dipasang di bagian yang dipilih anda. Kita
harus berjuang! Ayo, berpartisipasi!
|
Korupsi - Forum
Kita Yang paling penting untuk memulai
memberantas korupsi di Indonesia adalah
partisipasi anda. Percaya atau tidak percaya,
negara ini akan melepaskan diri dari jajahan
korupsi, dan pahlawan yang akan membebaskan
kita adalah masyarakat biasa seperti anda.
Jangan hanya "Corruption Watch" (Artinya
"Observasi/Menonton Korupsi"). Kayak NATO tetapi
NAWO (No Action Watch Only). Kita harus
berjuang! Ayo, berpartisipasi!
|

Pendidikan Network
Indonesia
|